Pemilu 2019

Data Surat Suara Rusak KPU dan Bawaslu Tuban Berbeda, Segini Jumlahnya

Jumlah surat suara rusak pemilu 2019 di Kabupaten Tuban terdapat perbedaan antara KPU dan Bawaslu setempat

Data Surat Suara Rusak KPU dan Bawaslu Tuban Berbeda, Segini Jumlahnya
surya.co.id/m sudarsono
Pekerja sortir dan lipat kertas surat suara KPU Tuban di Jalan Manunggal Tuban. 

SURYA.co.id | TUBAN - Jumlah surat suara rusak pemilu 2019 di Kabupaten Tuban terdapat perbedaan antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat.

Disampaikan Ketua KPU Tuban, Kasmuri, jumlah surat suara masing-masing pemilihan baik Pilpres, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten yang rusak hanya puluhan.

Dari kerusakan tersebut dikatakannya masih dalam batas kewajaran atau normal, sebab untuk surat suara setiap kertas pemilihan untuk jumlahnya 900 ribu lebih.

"Masih wajar, karena hanya puluhan yang rusak untuk masing-masing kertas surat suara pemilihan. Tapi ini masih hitung sementara, karena masih dilakukan perhitungan lanjut," ujar Kasmuri, Kamis (5/4/2019)

Dia menambahkan, saat ini jumlah surat suara rusak hasil hitung sementara juga sudah disampaikan ke KPU RI agar ditindaklanjuti.

Harapannya tentu bisa segera mendapat ganti surat suara yang baru dari KPU, sebelum pelaksaan pemilihan berlangsung.

"Untuk jumlah surat suara rusak sementara sudah kita sampaikan ke KPU RI, tapi ini juga masih dilakukan penghitungan. Jadi hitung surat suara rusak itu belum tetap, surat suara juga masih kurang, belum terpenuhi semua," Terangnya.

Data surat suara rusak KPU berbeda dengan data yang dimiliki Bawaslu Tuban.

Menurut Komisioner Divisi Pengawasan dan Hubungan antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Tuban, M Arifin jumlah surat suara rusak mencapai ribuan.

Untuk surat suara rusak pilpres jumlahnya 1067, DPR RI jumlahnya 327, DPD RI 316, DPRD Provinsi 518, dan untuk DPRD Kabupaten yang rusak 262 surat suara.

"Total surat suara rusak 2490, itu data yang kita dapat," bebernya menjelaskan secara total surat suara rusak.

Sekadar diketahui, jumlah pemilih pada daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP) tahap 2 terdapat 939.765 pemilih.

Namun pada pleno DPTb kali ini berubah menjadi 939.670 pemilih, ada selisih pengurangan 95 pemilih.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved