Rumah Politik Jatim

Hayono Isman Komitmen Kembangkan Ekonomi Kreatif Berbasis Kebudayaan

Mantan Menpora era Kabinet Pembangunan VI ini mengatakan, banyak potensi daerah yang dapat dikembangkan oleh masyarakat.

Hayono Isman Komitmen Kembangkan Ekonomi Kreatif Berbasis Kebudayaan
surya.co.id/istimewa
Hayono Isman, Calon Anggota DPR RI Dapil Jatim I dari Partai NasDem komitmen kembangkan ekonomi kreatif. 

SURYA.co.id - Calon Anggota DPR RI Dapil Jatim I dari Partai NasDem, Hayono Isman terus berupaya untuk memaksimalkan potensi kesenian dan kebudayaan sebagai salah satu peluang untuk mengembangkan perekonomian masyarakat.

Mantan Menpora era Kabinet Pembangunan VI ini mengatakan, banyak potensi daerah yang dapat dikembangkan oleh masyarakat.

Anak muda juga bisa ikut meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui kesenian dan kebudayaan, seperti seni rupa, pariwisata dan fashion.

"Kita harus melestarikan dan mengembangkan seni budaya leluhur untuk menjadi tonggaknya budaya bangsa. Budaya kita yang hebat bisa membangun ekonomi masyarakat yang kuat," kata, Hayono di Surabaya.

Hayono menambahkan, peningkatan ekonomi berbasis budaya merupakan pembangunan yang berfungsi sebagai identitas bangsa.

Sehingga dapat terbentuk pembangunan karakter bangsa yang dapat menghargai budaya bangsa.

"Sebelum masuknya budaya-budaya baru, memang sudah ada budaya leluhur kita yang hebat. Karena itu, agama Islam menghormati budaya leluhur. Keberagaman budaya kita punya jati diri sebagai bangsa Indonesia, sehingga muncul ekonomi berbasis kebudayaan," paparnya.

Lebih lanjut, putra pejuang kemerdekaan, Mas Isman itu mengimbau kepada anak muda untuk senantiasa menuangkan ide kreatifnya.

Hal itu, supaya mampu membangkitkan perekonomian Indonesia.

Hayono pun berharap anak muda dapat menggali potensi kebudyaan daerah menjadi sebuah Ekonomi Kreatif.

Menurutnya, ekonomi Kreatif yang berlandaskan pada kebudayaan saat ini banyak disukai oleh bangsa luar.

"Kita harus mampu merawat seni budaya kita, sehingga budi pekerti bangsa Indonesia tidak rusak. Hal itu juga harus dikembangkan menjadi ekonomi kreatif. Karena saat ini, sudah dilirik oleh dunia internasional," tandasnya. (*)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved