Berita Situbondo

Dana Hibah PAUD di Situbondo Mencapai Rp 11,2 Miliar untuk Biayai Beberapa Kegiatan ini

Dana Hibah PAUD di Situbondo mencapai Rp 11,2 miliar untuk membiayai beberapa kegiatan ini.

Dana Hibah PAUD di Situbondo Mencapai Rp 11,2 Miliar untuk Biayai Beberapa Kegiatan ini
SURYAOnline/izi hartono
Kadis Pendidikan Situbondo, Fathor Rahman 

SURYA.co.id | TRIBUNJATIM - Bantuan dana hibah untuk Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD) di Kabupaten Situbondo mencapai  Rp 11,2 miliar.

Dana sebesar itu akan di alokasikan untuk sebanyak 554 lembaga PAUD yang tersebar di wilayah Kabupaten Situbondo.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan dan Kekayaan Aset Daerah Pemkab Situbondo, Tri Cahya Setyaningsih mengatakan, BOP PAUD itu bersumber dari dana DAK nonfisik.

Dana itu sebagaimana Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 4 tahun 2019 tentang petunjuk tehnis dana alokasi non fisik bantuan operasional bantuan PAUD.

Sesuai Permen tersebut, kata Tri Cahya Setyaningsih, pengunaannya dipergunakan untuk beberapa kegiatan yang dipersyaratkan. Di antaranya, kegiatan pembelajara bermain, kegiatan pendukung dan kegiata lainnya.

"Jadi kegiatan ini untuk bahan pembelajaran, penyediaan alat permainan, penyediaan alat mengajar dan penyediaan makanan tambahan dan penyediaan alat pendeksian dini tumbu kembang serta pertemuan dengan wali murid dan pemberian transpor pendidik" jelas Tri Cahya Setyaningsih.

Selain itu, dana hibah itu dapat juga digunakan untuk perbaikan sarpras dan pembayaran listrik, air dan internet.

"Dana itu untuk opersional PAUDnya. Untuk proses pencairannya belum karena saya menunggu pengajuan dari Dinas Pendidikan," katanya.

Sedang  Kepala Dinas Pendidikan Situbondo, Fathor Rahman mengatan, sesuai hasil rapat kerja bersama komisi IV serta elemen dari Forum PAUD, dimulai dari operasinal penyelenggaraan PAUD sampai dengan perhatian insentif PAUD.

Bahkan, Fathor Rahman mengakui ada kelalain dari bidang yang menanganinya tidak dianggarkan, sehingga beberapa tahun ini ada insentif bagi guru PAUD.

Tidak dianggarkannya itu, kata Fathor Rahman, dikarenakan selama ini insentif PAUD itu merupakan stimulan yang diberikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Tapi stimulan insentif itu ternyata dihentikan dan Dinas Pendidikan tidak menganggarkan untuk sebagai pengganti insentif yang diterima mereka setiap tahunnya," jelasnya.

Namun, lanjut Fathor Rahman, pihaknya akan tetap berusaha dan setidaknya dianggarkan melalui PAK tahun ini.

"Ya selambat lambatnya di tahun 2020," pungkasnya. 

Penulis: Izi Hartono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved