Berita Pamekasan
Udang di Pasar Tradisional Kolpajung Pamekasan Sepi Peminat, Pedagang 'Menjerit'
Pedagang udang di Pasar Tradisional Kolpajung Pamekasan mengeluhkan omset penjualannya yang menurun
SURYA.co.id | PAMEKASAN - Pedagang udang di Pasar Tradisional Kolpajung Pamekasan mengeluhkan omset penjualannya yang menurun.
Hal tersebut diungkapkan Tijeh pedagang udang di Pasar Tradisional Kolpajung Pamekasan.
Menurut Tijeh, kurangnya peminat untuk membeli udang di Pasar Tradisional Kolpajung Pamekasan membuat penjualan udang hampir dua pekan ini menurun.
Peminat udang di Pasar Tradisional Kolpajung Pamekasan hanya membeli setengah kilo, berbeda dari biasanya.
Sedangkan persediaan udang yang hendak dijual cukup banyak.
Bahkan Tijeh mengaku sampai menolak pasokan udang untuk saat ini.
"Belum terlalu banyak peminatnya, sekarang bisa jual 20 kilogram dalam sehari, biasanya sampai 40-50 kilogram dalam sehari," ujar Tijeh saat ditemui di Pasar Tradisional Kolpajung Pamekasan, Rabu (3/4/2019).
Tijeh mengaku, bisa mengantongi omset mencapai Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta dalam sehari bila sedang ramai.
Namun sejak peminat udang mengalami penurunan, saat ini, Tijeh bisa mengantongi omset mencapai Rp 200 ribu-250 ribu perharinya.
Untuk meningkatkan minat pembeli udang, Tijeh harus menurunkan harga jual.
"Untuk harga penjualan udang yang biasa saya jual 90 ribu perkilo sekarang dijual Rp 80 ribu perkilogram. Tapi harganya berbeda per kilonya bergantung dari ukuran besar kecilnya udang," jelasnya.
Bila pasokan udang yang dijualnya tidak habis, Tijeh mengantisipasinya dengan mengembalikannya.
"Kita kalau memang tidak habis bisa dikembalikan ke pemasok tergantung lihat permintaan," ujarnya. (Kuswanto Ferdian)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pedagang-udang-di-pasar-tradisional-kolpajung-pamekasan-rabu-342019.jpg)