Pimpinan KKB Papua Egianus Kogoya Berulah Lagi, Klaim Kerahkan 6 Batalyon Boikot Pemilu 2019

Pimpinan KKB Papua Egianus Kagoya Berulah Lagi, Kerahkan 6 Bataljon untuk Boikot 2019

Facebook TPNPB
Pimpinan KKB Papua Egianus Kagoya Berulah Lagi, Klaim Kerahkan 6 Batalyon untuk Boikot 2019 

"Penembakan dan pemilu itu lain. Enggak ada pemilu juga penembakan ada di sana. Namanya gerombolan. Biar saja nanti diatasi aparat keamanan," ujar Wiranto.

Ia menambahkan, sejak dulu Papua merupakan daerah yang rawan sehingga selalu diberikan pengamanan khusus oleh Polri dan TNI.

Untuk pelaksanaan Pemilu 2019, Wiranto mengatakan, pemerintah juga telah menyiapkan pengamanan khusus mulai dari kampanye akbar hingga hari pencoblosan.

Menurut Wiranto, bersama Polri dan TNI, Kemenkopolhukam sudah sering membahas masalah keamanan Papua menjelang Pemilu 2019.

Karena itu, ia menjamin pelaksanaan Pemilu di provinsi itu akan berlangsung lancar.

"Kami sekarang betul-betul memberi perhatian khusus ke sana agar semua wilayah kita itu dapat kita jamin, pemilu dapat dilaksanakan dengan baik. Kembali tadi, percayakan. Kami ini kan rapat seperti ini bolak-balik, dan ini rapat yang cukup luas, dari pusat ke daerah," ujar Wiranto.

"Ini dapat diperiksa oleh seluruh pejabat, Pangdam, Kapolda, Danrem, jajaran, semua melihat instruksi, dan melaksanakan instruksi dari pusat. Karena sesungguhnya, jaminan keamanan itu ada di para pelaksana di daerah, kami merencanakan, mengawasi, evaluasi," lanjut dia.

600 Prajurit TNI Diturunkan

Sebelumnya, sebanyak 600 prajurit TNI sudah tiba di Timika pada Sabtu (9/3/2019) sekira pukul 08.00 WIT dan segera berangkat ke Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua.

Dilansir dari Tribunnews dalam artikel '600 Pasukan TNI yang Sudah Tiba di Nduga Akan Lakukan Pengamanan dan Pembangunan 21 Jembatan', Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan dikerahkannya 600 prajurit TNI ini untuk pengamanan dan pembangunan 21 jembatan Jalan Trans Papua di Kabupaten Nduga, Papua

Aidi menyebutkan, sejumlah pasukan advance berangkat ke Distrik Kenyam menggunakan helikopter dan sebagian lainnya akan menggunakan jalur darat dengan menyusuri sungai.

Ia memperkirakan tim yang menuju Distrik Kenyam lewat jalu darat akan memakan waktu tiga hari untuk sampai di Kenyam.

Hal itu disampaikan Aidi lewat pesan Whatsapp kepada Tribunnews.com (grup Surya.co.id) pada Sabtu (9/3/2019).

"Tadi pagi setelah proses embarkasi (pemberangkatan), tim advance berangkat ke Kenyam Nduga dengan Helikopter sementara sisa pasukan akan berangkat melalui jalur sungai diperkirakan waktu tempuh selama tiga hari," kata Aidi.

Aidi menjelaskan, pasukan tersebut nantinya bertugas untuk melakukan pengamanan dan pembangunan 21 jembatan Jalan Trans Papua di Kabupaten Nduga, Papua.

"Pasukan berjumlah 600 personel dari satuan Yonif 431/SSP dan Yon Zipur 8 Makassar. Pasukan ini akan melaksanakan pengamanan dan pembangunan 21 jembatan di Kab Nduga," kata Aidi.

Menurut Aidi, 600 prajurit TNI itu sebelumnya tiba di Pelabuhan Portsite PT Freeport, Timika pada Jumat (9/3/2019) dengan memggunakan kapal KRI dr Suroso milik TNI AL.

"Proses debarkasi tadi pagi pada 08.00 WIT ditandai dengan upacara penerimaan pasukan dipimpin oleh Danrem 172/VWY Kolonel Inf Jonathan Binsar Sianipar selaku Komandan Komando Pelaksana Operasi," kata Aidi.

Sebelumnya, Aidi mengatakan kondisi terkini di distrik Mugi, Nduga, Papua pada Jumat (8/3/2019) telah kondusif pasca kontak senjata antara TNI dan KKB Papua pada Kamis (7/3/2019) pagi.

Ia juga mengatakan, kegiatan proyek pembangunan Trans Papua Wamena - Mumugu di Kabupaten Nduga tetap berjalan.

Hal itu disampiakan Aidi saat dihubungi Tribunnews.com lewat sambungan telepon pada Jumat (8/3/2019) sekira pukul 15.00 WIB.

"Kondisi sekarang menurut laporan, situasi kondusif. Tidak mempengaruhi aktifitas masyarakat, karena kejadian kemarin jauh di pemukiman. Tentunya pengamanan tetap kita perketat dan proses kegiatan tetap kita lanjutkan," kata Aidi.

3 Anggota TNI Gugur & 10 Anggota KKB Tewas

Sempat terjadi baku tembak antara TNI dengan KKB di Nduga Papua dan mengakibatkan 3 anggota TNI gugur dan 10 anggota KKB tewas.

Kronologi baku tembak antara Anggota TNI dan KKB diungkapkan Kapendam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring menegaskan TNI tidak akan gentar terus memburu KKB di Nduga Papua.

"Tiga anggota yang gugur telah diterbangkan ke Kabupaten Mimika untuk disemayamkan," ujar Kapendam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, Kamis(7/3/2019).

Aidi mengatakan, tiga prajurit TNI yang gugur yaitu Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin, dan Serda Siswanto Bayu Aji.

Di pihak KKB, kata Aidi diperkirakan ada 7 hingga 10 anggota KKB yang tewas.

Namun, jenazah mereka dibawa kabur oleh kelompoknya.

“Sementara dari pihak KKB, prajurit TNI berhasil merampas lima pucuk senjata milik KKSB.

Dan ditemukan satu orang mayat.

Diperkirakan setidaknya 7-10 orang anggota KKSB juga tewas.

Namun, mayatnya berhasil dibawa kabur oleh teman-temannya,” kata Aidi.

Video polisi hancurkan markas KKB Papua
Brimob hancurkan markas KKB Papua (Facebook Komunitas Cinta Polri)

Aidi mengatakan sekitar pukul 15.00 WIT, dua unit helikopter jenis Bell tiba dari Timika untuk melaksankan evakuasi prajurit TNI yang gugur.

“Namun, sebelum mendarat, heli tersebut kembali mendapatkan serangan dari KKB.

Pasukan TNI membalas tembakan sehingga heli berhasil mendarat dan proses evakuasi dapat dilaksanakan dalam keadaan aman,” ujar Aidi.

Aidi mengungkapkan kronologi kejadian baku tembak.

Ia menceritakan pasukan TNI yang tergabung dalam Satgas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) mendapat serangan dari anggota KKSB pimpinan Egianus Kogoya di Distrik Mugi Kabupaten Nduga pada Kamis (7/3) sekira pukul 08.00 WIT.

Para personel TNI itu diserang ketika sedang melaksanakan pengamanan proses pergeseran pasukan TNI yang akan melaksanakan pengamanan dan pembangunan infrastruktur Trans Papua Wamena-Mumugu di Kabupaten Nduga.

"Pasukan TNI Satgas Gakkum kekuatan 25 orang tersebut baru tiba di Distrik Mugi dalam rangka mengamankan jalur pergeseran pasukan.

Tiba-tiba mendapatkan serangan mendadak oleh sekitar 50 sampai 70 orang KKSB," kata Aidi.

Aidi mengatakan, anggota KKB Papua yang menyerang anggota TNI tersebut bersenjata campuran.

Mulai senjata standar militer maupun senjata tradisional seperti panah dan tombak.

"Pasukan berusaha melakukan perlawanan sehingga berhasil menguasai keadaan.

Kami berhasil memukul mundur kelompok KKB Papua sampai menghilang kedalam hutan belantara," kata Aidi.

Pimpinan KKB Goliath Tabuni (kiri) dan Lekagak Telenggeng
Pimpinan KKB Goliath Tabuni (kiri) dan Lekagak Telenggeng (Facebook/KOMNAS-TPNPB)

Millendaru Mengaku Sudah Hubungan Intim dengan 7 Pria, Rahasia Keponakan Ashanty Ini Terbongkar

Reino Barack Masih Punya Rasa pada Luna Maya meski Menikahi Syahrini, Sosok ini Beber Pernikahannya

Pengakuan Siswa MTs Bobol Situs NASA, BCA & Bank Mandiri : Kalau Mau Tinggal Ambil Miliaran Rupiah

Survei Elektabilitas Terbaru Indikator, Basis Kuat Jokowi-Maruf 46,6 % & Prabowo-Sandi 29,2 %

Editor: Adrianus Adhi
Sumber: GridHot.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved