Kelaparan Saat Ditangkap, Pencuri Kayu Minta Ditraktir Nasi Goreng Sebelum ke Kantor Polisi

Seorang pencuri kayu jati ditangkap petugas saat mengangkut kayu curian di hutan. Sebelum dibawa ke kantor polisi, dia minta ditraktir nasi goreng.

Kelaparan Saat Ditangkap, Pencuri Kayu Minta Ditraktir Nasi Goreng Sebelum ke Kantor Polisi
ist
Petugas menunjukkan sebatang kayu jati yang dicuri dari hutan. 

SURYA.co.id | MALANG - Kelaparan karena menggergaji kayu curian di tengah hutan sendirian, Sumadi (49), warga Dusun Pangganglele, Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, minta dibelkan makan saat ditangkap petugas Polisi Hutan (Polhut), Senin (2/4) sore.

Karena kondisinya terlihat lemas, petugas merasa kasihan dan membelikan nasi goreng serta teh hangat.

Begitu kondisinya sudah terlihat segar kembali, petugas langsung membawanya ke Polsek Kalipare, Kabupaten Malang.

"Dia, kami serahkan ke polsek yang ada di Kabupaten Malang. Namun, kalau wewenang pengelolaan hutannya masuk sini (Kabupaten Blitar)," kata Sarman, wakil ADM KPH Blitar.

Dari tangan dia, petugas mengamankan empat gelondong kayu jati, yang dicuri dari petak 78 A, atau berjarak sekitar 3 km dari Bendungan Lahor.

Kayu Itu dicuri dengan cara digergaji tangan dan diangkut pakai kereta dorong, untuk dibawa ke tepi hutan. Jarak TKP pencurian dengan tepi hutan sekitar 5 km, sehingga pelaku harus menyusuri tepi hutan.

"Penangkapan itu karena petugas sedang patroli di saat jam-jam rawan pencurian kayu. Di saat patrooli patroli sekitar pukul 17.40 WIB, petugas memergoki pelaku sedang mengusung kayu curiannya," kata Sarman.

Petugas menangkap basah pelaku yang sedang mengusung dua gelondong kayu jati, yang masing-masing berukuran panjang 2 meter, dengan diamater 98 cm. "Karena sudah dikepung empat petugas, ia tak bisa bergerak dan pasrah," ungkapnya.

Namun, saat dibawa ke luar hutan, pelaku terlihat lemas. Oleh petugas, ditanya, mengapa kok mendadak lemas? Pelaku mengaku kelaparan dan kehausan akibat menggergaji pohon sendirian.

Petugas akhirnya mencarikan warung, hingga menempuh perjalanan sekitar 4 km atau tepatnya di Desa Ngereco, Kecamatan Selorejo.

"Mungkin kecapekan karena menggergaji kayu sendirian. Akhirnya, ia minta nasi goreng dan teh hangat," pungkasnya. (Imam Taufiq)

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved