Berita Surabaya

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya Sosialisasikan Perkawinan Campuran

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya mengadakan Sosialisasi Perkawinan Campuran.

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya Sosialisasikan Perkawinan Campuran
surya.co.id/istimewa
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya mengadakan Sosialisasi Perkawinan Campuran di Hotel JW Marriot Surabaya, Selasa (2/4/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Hukum perkawinan campuran masih menjadi perbincangan hangat dan masih belum tersosialisasikan terhadap masyarakat.

Oleh sebab itu, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya mengadakan Sosialisasi Perkawinan Campuran.

Hal ini bertujuan memberikan informasi terkait dengan perlindungan dan kesejahteraan pelaku perkawinan campuran di Indonesia.

Kepala Divisi Keimigrasian Zakaria turut hadir dalam kegiatan ini juga Kepala Divisi Yankum dan HAM Hajerati, Kakanim Surabaya Barlian.

Dalam acara tersebut turut mengundang Ketua Umum Organisasi Perkawinan Campuran (Perca) Indonesia Juliani Luthan.

Kegiatan tersebut mengangkat tema Keimigrasian, Kependudukan, Ketenagakerjaan dan Kewarganegaraan itu digelar di Hotel JW Marriot Surabaya, Selasa (2/4/2019).

Dalam sambutannya Zakaria mengapresiasi Kanim Surabaya yang sudah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Apalagi kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum Perca untuk memfasilitasi kegiatan tersebut.

Menurutnya, ini adalah bentuk sinergi dan kolaborasi kinerja yang positif.

Apresiasi tersebut bukan tanpa sebab. Zakaria mengungkapkan jarang sekali kanim mengadakan sosialisasi terkait perkawinan campuran.

“Karena itu kegiatan ini luar biasa. Bahkan di awal kegiatan tadi ada penghargaan kepada Ketua Perca oleh Kakanim. Ini membuktikan Kanim Surabaya dan Perca memiliki kerjasama yang baik selama ini,” tuturnya, Rabu (3/4/2019).

Zakaria berharap dengan adanya kegiatan tersebut seluruh peserta dapat memahami dan mengerti apa saja yang harus dipersiapkan.

Terutama ketika nantinya akan mengurus terkait perizinan.

Karena, menurut Zakaria, bagaimanapun juga perkawinan itu bukan hanya kebahagiaan batin, tapi lahir juga.

“Sehingga pengurusan perizinan maupun bidang keadministrasian lainnya harus diselesaikan dengan tuntas,” terangnya. (Syamsul Arifin)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved