Mancanegara

Cerita Tan Pacari 19 Wanita & Ajak Hubungan Intim, Modal Mengaku Anak Orang Kaya & Mobil Modifikasi

Bak sinetron, apa yang dilakukan oleh pria China ini bakal membuat semua kecewa dan marah. Bagaimana tidak, pria marga Tan itu mengaku anak orang kaya

Cerita Tan Pacari 19 Wanita & Ajak Hubungan Intim, Modal Mengaku Anak Orang Kaya & Mobil Modifikasi
Ilustrasi
Ilustrasi. Foto tak terkait berita. Cerita Tan Berhasil Pacari 19 Wanita & Ajak Hubungan Intim, Bermodal Mengaku Anak Orang Kaya 

SURYA.co.id | ZHENGZHOU - Bak sinetron, apa yang dilakukan oleh pria China ini bakal membuat semua kecewa dan marah. Bagaimana tidak, pria dengan marga Tan itu mengaku anak orang kaya.

Ia pun berhasil memperdayai 19 wanita dalam rentang waktu dua tahun terakhir. Bahkan, mereka diajak hubungan intim hingga ada yang mempunyai anak dan ada yang hamil.

Aksi Tan pun tak begitu lama. Beberapa mantan pacarnya yang sudah mengetahui modus Tan pun melaporkan kepada polisi. Namun, ada pula wanita bekas pacarnya tidak mau melaporkan ke polisi meski dia sudah tertipu.

Dilansir Dahe Daily via SCMP Rabu (3/4/2019), Tan mengaku telah berpacaran dengan 19 wanita dalam dua tahun terakhir.

Menggunakan berbagai identitas, Tan mengaku sebagai anak orang kaya.

Bermodalkan mobil modifikasi dan perhiasan palsu, dia memulai romansa dengan 19 perempuan itu.

Empat perempuan yang dipacarinya telah melahirkan anak.

Sementara dua lainnya tengah hamil.

Salah satu pacar mengaku Tan telah mencuri mobilnya.

Berdasarkan keterangan polisi, Tan memulai petualangan cintanya pada 2017 ketika dia kehilangan pekerjaan sebagai penjual alkohol.

Dengan berbagai alasan, Tan selalu meminta uang kepada setiap pacarnya seperti untuk melancarkan bisnisnya.

Bahkan, dia meminta pacarnya yang hamil untuk tak menggugurkan kandungan.

Selama dua tahun terakhir, jumlah pacar Tan meningkat.

Dia pun mulai merencanakan aksi yang membuat orangtuanya percaya dia menghilang.

Salah satu korban yang melahirkan anak September lalu berkata, dia jatuh cinta kepada Tan saat Juni 2017.

Tan tak hanya terlihat kaya, namun juga perhatian.

Perempuan bermarga Wang itu mengaku, Tan pernah menghabiskan waktu selama dua jam di luar saat musim dingin hanya untuk mengirimkan mantel.

Sikap itu membuatnya luluh.

Namun ketika Wang tengah bekerja di rumah sakit, Tan diketahui menghilang sambil membawa mobilnya.

Perempuan lain dengan marga Yang mengisahkan, dia pernah ditipu hingga 150.000 yuan, sekitar Rp 317,5 juta, oleh Tan yang mengaku sebagai anak pejabat dan tengah kuliah S2.

Yang menceritakan Tan pernah membawa mobil yang kelihatannya seperti Mercedes-Bentz.

Namun kemudian dia tahu mobil itu hanyalah modifikasi.

Polisi menerangkan, 17 perempuan memutuskan untuk melaporkan Tan.

Sementara sisanya tidak melakukannya meski mereka mengaku sudah ditipu.

Kasus di Probolinggo 

FH (29) memperdaya seorang gadis di bawah umur hanya dengan menelepon nomor ponsel korban secara acak.

Keisengannya itu ternyata berlanjut ke jenjang pacaran dan berhubungan badan.

Setelah berpacaran dan mencabuli gadis itu dua kali, FH, warga Desa Bremi, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pergi begitu saja.

Setelah dicabuli, SD (17), gadis asal Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan, itu melaporkan FH ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Probolinggo.

FH pun sempat lari dan menjadi buron. Namun, polisi pun berhasil membekuknya di rumahnya.

“Dia janji mau menikahi saya, tapi janji saja,” kata SD.

Kanit PPA Satreskrim Polres Probolinggo Bripka Reni Isyana Antasari menceritakan aksi FH yang tak mau menikahi SD.

Menurut Reni, FH sudah menduda empat tahun.

Pada September 2017, dia mendapat suatu nomor ponsel secara acak dan menghubunginya.

“Dari aksi coba-coba itu, pelaku akhirnya berkenalan dengan korban. Dari perkenalan itu, mereka berpacaran hingga Januari 2018. Selama berpacaran, korban dicabuli sebanyak dua kali. Pelaku berjanji menikahi korban, tetapi hanya janji,” ujar Reni di Mapolres Probolinggo, Kamis (22/2/2018).

Reni melanjutkan, polisi telah menetapkan FH sebagai tersangka karena terbukti melakukan pencabulan.

Tersangka sempat menjadi buron setelah dilaporkan oleh keluarga korban.

“Januari kami melakukan pengejaran terhadap tersangka, dan berhasil ditangkap pada 19 Februari 2018 saat pulang ke rumahnya. Tersangka mengakui perbuatannya, dua kali mencabuli korban. Hasil pemeriksaan polisi, alasannya tak kuat karena sudah empat tahun jadi duda. Tersangka dijerat Pasal 76D Jo Pasal 81 UU No 35 Tahun 2014 Undang-Undang Perlindungan Anak, hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tutur Reni.

Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved