Berita Surabaya

Video - Puluhan Pelukis dari Berbagai Daerah Beradu Karya di Lomba Mural Pemilu 2019 KPU Jatim

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim gelar Lomba Mural Pemilu sebagai bagian dari sosialisasi Pemilu 2019

Video - Puluhan Pelukis dari Berbagai Daerah Beradu Karya di Lomba Mural Pemilu 2019 KPU Jatim
surya/ahmad zaimul haq
Pelukis menyelesaikan mural bertema Pemilu 2019 di Jalan Pemuda, Surabaya, Selasa (2/4). Lomba Mural Pemilu yang digelar KPU Jatim itu untuk menyosialisasikan dan mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mulyo Gunarso (40), pelukis asal Yogyakarta, tampak serius menggoreskan cat warna putih untuk mempertegas kalimat 'Ayo Memilih' pada mural karyanya. Gunarso jadi salah satu peserta Lomba Mural Pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim.

Gunarso, melukis mural sepanjang 1,5x3 meter, sesuai ketentuan KPU Jatim. Namun, karena ingin pesannya bisa sampai ke masyarakat, Gunarso melukis mural sepanjang 10 meter di ujung Jalan Pemuda mengarah ke Jalan Yos Sudarso.

Seluruh peserta Lomba Mural Pemilu melukis di tembok-tembok Kota Surabaya yang sebelumnya terdapat coretan atau grafiti yang merusak pemandangan Kota Pahlawan.

"Boleh, saya sudah minta izin. Target saya pesan yang ada di mural ini bisa dibaca masyarakat yang lewat dalam waktu 10 detik," kata bapak dua anak ini memperkirakan jika panjang muralnya 10 meter.

Sebelum Surabaya, Gunarso sudah mengikuti dua lomba serupa yang diadakan oleh KPU Provinsi lain, masing-masing di kota Bandung dan Yogyakarta.

Kehadirannya sebagai seniman pada lomba ini tidak hanya karena hadiah uang tunai Rp 20 juta, tapi juga partisipasinya mengajak masyarakat untuk tidak melewatkan momen Pemilu 2019.

Pelukis menyelesaikan mural bertema Pemilu 2019 di Jalan Pemuda, Surabaya, Selasa (2/4). Lomba Mural Pemilu yang digelar KPU Jatim itu untuk menyosialisasikan dan mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019.
Pelukis menyelesaikan mural bertema Pemilu 2019 di Jalan Pemuda, Surabaya, Selasa (2/4). Lomba Mural Pemilu yang digelar KPU Jatim itu untuk menyosialisasikan dan mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019. (surya/ahmad zaimul haq)

"Sebagai pelaku seni, kami sangat mengapresiasi KPU karena mengadakan lomba ini. Melalui mural, secara tidak langsung memberikan edukasi kepada masyarakat karena gambar dan tulisan memuat persatuan, persaudaraan, sekalipun beda pilihan," kata Gunarso mengomentari Lomba Mural Pemilu KPU Jatim bertajuk 'Pemilih Berdaulat Negara Kuat'.

Sesuai tema, Gunarso menggambarkan sebuah kapal dengan penumpang pasangan perempuan dan laki-laki menggunakan pakaian adat Surabaya, serta seorang lansia di atas kursi roda memberikan hak suaranya.

Ada juga kalimat-kalimat ajakan memilih dan menjaga persatuan 'Rukun Agawe Santosa, Crah Agawe Bubrah' dalam bahasa Jawa, yang artinya rukun menjadikan sentosa dan pertengkaran menjadikan perpecahan.

Puluhan peserta yang terpencar di beberapa titik di Kota Surabaya mempunyai waktu tiga hari untuk menyelesaikan karya mural mereka.

Para seniman ini sudah mulai melukis sejak Senin (1/4/2019) siang hingga besok Rabu (3/4/2019).

Mereka berkelut dengan cuaca kota Surabaya yang kadang panas juga hujan.

Selain Yogyakarta, beberapa seniman lain yang ikut dalam lomba juga datang dari Salatiga, Semarang, Malang, dan kota-kota lainnya.

Sama dengan Gunarso, Totok Koi (59), salah satu peserta dari Salatiga mengatakan mural karyanya dibuat setulus hati sebagai ajakan untuk warga Indonesia, khususnya Surabaya agar tidak melewatkan momen Pemilu 2019 nanti.

"Suara kita sangat berarti untuk menentukan nasib bangsa Indonesia. Kita pilih yang sesuai dengan hati kita masing-masing mana yang punya visi misi untuk Indonesia lebih baik," tandas Totok.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved