Pilpres 2019

Gus Ipul Sesalkan Penghadangan Maruf Amin di Pamekasan: Itu Bukan Karakter Madura  

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meyesalkan penolakan dan penghadangan cawapres Ma'ruf Amin di Pamekasan.

Gus Ipul Sesalkan Penghadangan Maruf Amin di Pamekasan: Itu Bukan Karakter Madura  
SURYAOnline/bobby constantine koloway
Saifullah Yusuf (Gus Ipul), ketika ditemui di Surabaya, Senin (31/12/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meyesalkan penolakan dan penghadangan yang dilakukan sekelompok massa terhadap kedatangan Calon Wakil Presiden, Ma'ruf Amin di Pamekasan, Senin (1/4/2019). Gus Ipul menyatakan dirinya mengenal Madura sebagai daerah terbuka, utamanya bagi para tamu.

"Kami prihatin sekaligus menyesalkan aksi penghadangan terhadap salah satu calon wakil presiden. Sebab, kehadiran kandidat diperbolehkan menurut Undang-undang untuk melakukan perjalanan politik ke manapun sesuai ketentuan KPU," kata Gus Ipul pada jurnalis, Selasa (2/4/2019).

Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2009-2014 dan 2014-2019 ini pun meyakini aksi penolakan terhadap Cawapres Ma'ruf Amin bukanlah karakter asli masyarakat Madura.

Masyarakat Madura, menurut Gus Ipul memiliki tradisi kuat menghormati tamu. Misalnya, kebiasaan membersihkan rumah hingga mengecat rumah demi menyambut kehadiran tamu.

 "Lebih-lebih jika tamunya adalah seorang ulama. Maka itu, ini (kejadian di Pamekasan) aneh, bukan karakter Madura. Mungkin ada kesalahpahaman atau terprovokasi, ini bukan asli Madura," tandas Gus Ipul.

Gus Ipul khawatir kejadian ini akan memicu penghadangan-penghadangan serupa terhadap calon lainnya. Karenanya, penghadangan seperti yang terjadi seharusnya bisa dicegah sejak awal.

 "Bila ini terjadi dan dibiarkan, bisa memicu di tempat lain akan terjadi penghadangan serupa bagi calon lain," ujar mantan Wakil Gubernur Jawa Timur dua periode ini.

Karenanya, Gus Ipul mengimbau semua pihak terutama pendukung masing-masing calon bisa menahan diri agar proses demokrasi kali ini bisa berjalan dengan normal dan damai.

"Ada sesuatu yang lebih besar yang harus difikirkan bersama paska 17 April. Siapapun presidennya, rakyat ini harus sejahtera dan Indonesia menjadi semakin kuat. Itulah hal yang harus dijaga bersama-sama," kata dia.

Sebelumnya, beberapa orang yang mengenakan atribut bergambar Prabowo-Sandi mencoba menghadang kedatangan Ma'ruf Amin yang rencannya menghadiri haul dan berziarah ke Makam Kiai Suhro di Pamekasan.

Massa menghadang dengan terus meneriakkan "Prabowo! Prabowo! Prabowo!" dan membentangkan aneka poster bergambar Prabowo-Sandi.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved