Berita Pasuruan

Angka Pengangguran di Kabupaten Pasuruan Tinggi, Begini Komentar HR Club Pasuruan

Bahkan, sejak dua tahun terakhir ini, banyak perusahaan yang sudah merelokasi perusahannya ke kawasan Jepara

Angka Pengangguran di Kabupaten Pasuruan Tinggi, Begini Komentar HR Club Pasuruan
surya.co.id/galih lintartika
Puluhan perusahaan berdiri di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) 

Urusan perut ini tidak bisa dianggap enteng.

"Kami juga akan mendesak mereka untuk membuat aturan yang jelas. Saya kira jenis perusahaan padat karya tertentu tidak bisa disamakan besaran UMKnya dengan industri umum lainnya. Jika dibiarkan ini akan bahaya. Kenapa kami seperti ini, karena kami memikirkan masa depan Pasuruan ke depan," urainya.

Di sisi lain, Wahyu juga menjelaskan, penyerapan tenaga kerja tidak sebanding dengan angkatan kerja baru.

Upah kerja terlalu tinggi sehingga investor mengganti tenaga manusia dengan tehnologi.

Ia juga menyarankan Pemkab Pasuruan untuk segera menyikapi persoalan ini.

Kata dia, ada beberapa jalur alternatif untuk menyelesaikan persoalan ini.

Mulai dari program pemagangan, inovasi baru seperti on the job training agar penyerapan tenaga kerja terus meningkat.

Tak hanya itu, kata dia, mengubah mindset, pengangguran tidak selalu karena tidak ada lowongan pekerjaan, tetapi karena tenaga kerja enggan hijrah, enggan kerja keras, enggan upah murah, dan sebagainya.

Menurutnya, kurikulum pendidikan harus berubah, jangan hanya mencetak calon karyawan tetapi mencetak calon enterprenure, siswa dididik untuk bisa menciptakan lapangan kerja.

"Semua kejadian tidak lepas dari suara pengusaha yang kurang didengar oleh pemerintah. Sehingga dalam setiap kebijakan pengusaha selalu dikalahkan oleh pekerja atau serikat pekerja. Padahal ketika pengambilan keputusan kita perlu mempertimbangkan kemampuan perusahaan," pungkas dia.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved