Sabtu, 11 April 2026

Single Focus

Warga Mengaku Terganggu Mobil Mahasiswa yang Bertebaran di Jalan Kampung   

Warga mengaku terganggu mobil mahasiswa yang bertebaran di jalan kampung.   

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
SURYAOnline/nuraini faiq
Sejumlah mobil berderet di akses jalan perumahan YKP Dharma Husada sekitar kampus Kedokteran Unair, Senin (1/4/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Deretan mobil diparkir memenuhi jalan umum di Perumahan Dharma Husada Surabaya, Senin (1/4/2019). Mobil-mobil itu rata-rata bernopol luar Kota Surabaya. Kendaraan itu nangkring di jalan umum, ditinggalkan pemiliknya.

Kendaraan roda empat itu diletakkan berjajar, persis di depan rumah- rumah berpagar tinggi. Rumah inilah yang menjadi tempat kos para mahasiswa Unair. "Siapa lagi kalau bukan mobil-mobil anak kos," kata Ketua RW 01 Dharma Husada.

Perumahan YKP di Keluruhan Pacar Keling ini menjadi salah satu lokasi paling banyak tedapat tempat kos untuk mahasiswa Unair.

Hampir semua yang memenuhi kamar kos di tempat ini adalah mahasiswa Kedokteran Unair. Tidak sedikit dari mereka yang membawa mobil.

Pantauan Surya.co.id di lokasi perumahan, tepat menuju tikungan Dharma Husada V sudah disambut mobil berderet. Ada yang sudah diparkir lama dan ada pula yang masih sesat ada di jalan umum tersebut. 

Namun, juga banyak pula yang sudah meninggalkan jalan perumahan karena masuk kuliah. Mobil mereka dibawa ke Kampus Fakultas Kedokteran Unair. Meski demikian masih banyak mobil memenuhi jalan kampung di perumahan Dharma Husada tersebut. 

Begitulah setiap hari kondisi jalan umum di perumahan Dharma Husada. Keberadaan anak kos mahasiswa yang membawa mobil berdampak serius pada kenyamanan warga. Mobi diparkir menepi memenuhi jalan. 

Ketua RW 01 Nasiruddin menuturkan bahwa hubungan masyarakat dengan pemilik kos Jarang terjadi. Tidak ada koordinasi antara warga dan pemilik kos. Mereka pemilik kos hanya menugaskan petugas kebersihan.

"Ini yang patut kami sayangkan. Sejak dulu sampai sekarang, pemilik kos tidak pernah mau bertemu dengan Pak RT atau Pak RW untuk membicarakan semua hal terkait kos kosan," tambah Nasiruddin.

Warga selama ini sudah meminta kepada Pemkot untuk membantu agar perkara mobil yang mengganggu jalan umum bisa ikut diselesaikan Pemkot. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut.

Kebanyakan anak kos yang bermobil ada di Dharma Husada adalah luar kota. Ada mobil dengan nopol B. Ada pula banyak mobil bernopol DK Bali.

Ada pula mobil AE, yang semuanya milik anak kos. Menurut pengakuan Nasiruddin bahwa kebanyakan tempat kos tidak memiliki jalan yang luas. Akibatnya mobil tumpah di jalan umum. 

"Kami sudah mengimbau agar pemilik kos punya aturan sendiri terkait kepemilikan mobil punya anak kos. Dilarang mobil sembarangan di jalan umum.  

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved