Upaya Lintas Stakeholder Untuk Turunkan AKI-AKB di Sidoarjo Semakin Konkret

Upaya menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di kabupaten Sidoarjo semakin konkrit.

Upaya Lintas Stakeholder Untuk Turunkan AKI-AKB di Sidoarjo Semakin Konkret
surabaya.tribunnews.com/eben haezer
Pertemuan para pemangku kepentingan untuk membahas upaya menurunkan AKI-AKB di Sidoarjo melalui optimalisasi pemanfaatan aplikasi Sicantik, Senin (1/4/2019) 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Upaya menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di kabupaten Sidoarjo semakin konkret.

Senin (1/4/2019), berbagai pemangku kepentingan yang terdiri dari pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, organisasi profesi, dan perwakilan media, berkumpul untuk menyusun draft perjanjian kerjasama yang bakal menjadi panduan untuk melaksanakan solusi-solusi lokal upaya penurunan AKI-AKB di Sidoarjo.

Pertemuan itu digelar di Fave Hotel Sidoarjo dan difasilitasi oleh USAID Jalin Jatim serta Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr Zuhaidah M.Kes mengatakan, pertemuan kali ini merupakan tindak lanjut dari sejumlah pertemuan yang telah dilakukan sebelumnya.

"Saya harap dari pertemuan ini semakin bisa menghasilkan sesuatu yang nanti bisa berguna untuk masyarakat sidoarjo, terutama dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi," ujar Zuhaidah.

USAID Jalin Dorong Keterlibatan Semua Pihak Dalam Upaya Mengurangi Angka Kematian Ibu dan Bayi

Usaid Jalin Galang Opini Jurnalis Untuk Menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Pertemuan itu sendiri fokus pada upaya memaksimalkan aplikasi Sicantik (Sidoarjo Mencegah Angka Kematian Ibu dan Anak) yang telah lebih dulu ada.

Aplikasi Sicantik adalah terobosan Dinkes Sidoarjo yang diluncurkan pada April 2018 untuk mencegah kematian ibu dan bayi.

Lewat aplikasi tersebut, data serta kondisi para ibu hamil di Sidoarjo dapat terekam secara jelas sehingga dapat ditentukan langkah-langkah yang perlu dilakukan agar persalinan dapat berlangsung selamat untuk ibu dan bayi.

Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan para pemangku kepentingan seperti Dinas Kesehatan, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), organisasi masyarakat sipil, puskesmas, Ikatan Dokter Anak Indonesia, dan lain sebagainya, dapat berjalan beriringan untuk memastikan agar pemanfaatan aplikasi tersebut dapat memberikan dampak signifikan.

"Mengapa Sicantik yang kita bahas? Ini karena dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, disepakati bahwa inilah prioritas solusi lokal yang harus dibenahi dulu di Sidoarjo. Setelah Sicantik, tahap selanjutnya, kita pikirkan lagi apa yang bisa difasilitasi untuk menurunkan AKI dan AKB," sambungnya.

Solusi Berbasis Lokal

Seperti halnya digelar di kabupaten Malang sebelumnya, pertemuan ini menghasilkan sejumlah draft perjanjian kerjasama yang melibatkan para pemangku kepentingan tersebut. 

Hanya saja, bentuk kerjasama tersebut berbeda-beda dengan bentuk kerjasama yang dicanangkan di daerah lain yang juga menjadi wilayah prioritas program USAID Jalin Jatim

Bentuk kerjasama tersebut tergantung dari kebutuhan dan permasalahan yang terjadi di masing-masing daerah. 

Selanjutnya, draft kerjasama ini akan disampaikan ke bupati oleh Dinas Kesehatan sehingga dapat ditindaklanjuti dengan peraturan yang mengikat semua pihak. 

Penulis: Eben Haezer Panca
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved