Liputan Khusus

Pusat Pengolahan Limbah Resahkan Warga Cendoro Dawarblandong Mojokerto

Lahan di sana menjadi mata pencaharian utama banyak warga, mereka juga khawatir dampak panjang dari adanya pusat pengolahan itu.

Pusat Pengolahan Limbah Resahkan Warga Cendoro Dawarblandong Mojokerto
surya.co.id/aflahul abidin
Lokasi pembangunan tahap awal PPSLI B3 di Desa Cendoro, Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto, pekan lalu. 

Yang ia tahu, sekitar 50 ha dari total lahan di sana akan dijadikan sebagai pusat pengolahan limbah. Tepatnya di petak 57 A, B, C, dan D.

Lokasi lahan itu memang bergandengan dengan lahan persawahan milik warga. Danau sumber pengairan sawah warga juga berdempetan dengan lokasi pembangunan pusat pengolahan limbah.

“Saya tidak tahu, lokasi yang dekat dengan waduk itu nanti untuk apa. Kebetulan hanya lokasinya masuk di wilayah saya. Semuanya antara Pemprov dan Kementerian (Lingkungan Hidup dan Kehutanan),” ujar Tukani.

Pemprov Jatim, kata dia, akan menjalankan tukar guling lahan untuk proyek tersebut. Tapi, ia juga belum tahu detail proses itu.

Selama ini, lahan 50 ha itu ditanami berbagai macam pohon. Antara lain, jati, sonokeling, dan kayu putih.

Lahan yang ditanami kayu putih dimanfaatkan juga oleh warga untuk bercocok tanam.

Pro-kontra rencana pembangunan LPSLI juga masuk ke Perhutani.

Saat awal-awal kabar rencana pembangunan itu terdengar sekitar dua tahun lalu, banyak warga yang menanyakan kepastian kepadanya. (Aflahul Abidin/Wiwit Purwanto/Danendra)

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved