Liputan Khusus

Pembangunan Pengolahan Limbah B3 di Mojokerto Harus Melalui Pengawasan Ketat

Rencana pembangunan IPAL B3 ini penting mengingat Jawa Timur banyak pabrik-pabrik yang menghasilkan sampah B3.

Pembangunan Pengolahan Limbah B3 di Mojokerto Harus Melalui Pengawasan Ketat
surya.co.id/aflahul abidin
Waduk di area Perum Perhutani di Kecamatan Dawarblandong ini menjadi satu-satunya sumber air bagi sawah dan tegalan warga di daerah sekitar. Warga khawatir, air di sana bakal tercemar apabila Pemprov membangun Pusat Pengolahan Limbah. 

Oleh karena itu, apabila Pemprov Jatim mengambil alih dengan membuat pabrik pengolahan limbah B3 di Jawa Timur kami sangat mengapresiasi.

Asalkan semuanya dilakukan sesuai dengan aturan yang ada. Operasionalnya dilakukan dengan baik dan benar.

Aturan yang ada saat ini memang sangat ketat, karena berhubungan dengan bahan berbahaya beracun (B3).

Sekali lagi mengolah limbah B3 ini tidak mudah, karena berhubungan dengan bahan yang berbahaya.

Tapi jika pengolahan dilakukan dengan kontrol yang ketat, kemudian pemilihan lahan yang layak misalkan jauh dari pemukiman lokasi dengan kondisi tanah yang stabil, hingga perhitungan penyerapan air yang benar, maka kami sangat mengapresiasi.

Yang perlu digarisbawahi adalah kontrol dan operasional yang dilakukan dengan benar sesuai peraturan.

Untuk pengelola nantinya harus dikaji lebih dulu, karena harus berkaca dengan sistem pengolahan.
Karena sistem pengolahan limbah B3 ini tidak mudah, sehingga harus ada yang bertanggung jawab dan harus ada kajian tersendiri. Siapa lembaga yang akan mengelola nantinya.

Kalau melihat lokasi yang ada di wilayah Mojokerto, harus dilihat seberapa jauh dari permukiman, berapa meter jarak dari jalan utama dan sebagainya.

Misalnya daerah itu bebas banjir, bukan cagar budaya, kondisi tanah yang stabil dan itu harus dibuktikan.

Kami belum tahu kajian yang dilakukan DLH. Tapi saya yakin DLH akan melakukan kajian ini secara benar.

Sejauh ini dari data yang pernah kami peroleh jumlah limbah B3 di Jawa Timur mencapai jutaan ton.

Nah, jumlah ini sangat banyak dan selama ini rata-rata pengolahan dibawa ke Jawa Barat.

Di Jawa Timur sebenarnya juga ada, tapi kapasitasnya sangat kecil. (Wiwit Purwanto/Aflahul Abidin)

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved