Jelang Ramadhan, Harga Bahan Pokok di Jatim Masih Stabil

Jelang bulan Ramadhan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur memastikan harga-harga bahan pokok di Jatim masih stabil.

Jelang Ramadhan, Harga Bahan Pokok di Jatim Masih Stabil
surya/aflahul abidin
ilustrasi pedagang bawang merah. (foto dok) 

SURYA/co.id | SURABAYA - Jelang bulan Ramadhan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur terus memantau ketersediaan bahan pokok dan juga pergerakan harga komoditas di pasar. 

Meski ada beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan seperti bawang merah, namun Disperindag menyebut bahwa hingga saat ini kondisi harga bahan pokok dan ketersediaannya masih stabil dan aman. 

Hal itu ditegaskan oleh Kepala Disperindag Provinsi Jawa Timur, Drajat Irawan pada Surya, Senin (1/4/2019).

Dia mengatakan bahwa ada tim khusus yang secara terus menerus memantau dan mengontrol pergerakan harga bahan pokok di Jawa Timur.

"Sampai hari ini masih stabil. Harga beras IR64, Bengawan, minyak goreng, tepung, telor ayam, daging sapi, telor ayam ras, cabai, masih stabil. Harga bawang merah juga stabil," tegas Drajat. 

Sebagaimana diketahui, saat ini, harga bawang merah mulai merangkak naik dan mulai dikeluhkan masyarakat. Harga perkilogramnya bisa mencapai Rp 36 ribu. Padahal normalnya harga satu kilogram bawang merah tidak sampai Rp 20 ribu.

Lebih lanjut, Drajat mengatakan bahwa Disperindag saat ini tengah mengoptimalkan pemantauan harga bahan pokok di pasar-pasar tradisional yang ada di Jawa Timur. Tepatnya menggunakan Sistem Informasi Ketersediaan Bahan Pokok. 

"Sistem ini, kami memantau 116 pasar yang ada di Jawa Timur. Sehingga kita lebih fokus melakukan pemantauan utamanya di momen jelang bulan puasa saat ini hingga nanti jelang lebaran yang biasanya mengalami lonjakan harga," tegasnya. 

Jika ada kenaikan bahan pokok di momen jelang bulan puasa dikatakan Drajat disebabkan karena beberapa hal. Yaitu yang pertama karena meningkatkan jumlah permintaan di masyarakat akan komoditas bahan pokok tertentu, dan yang kedua adalah biasaya terjadi kendala terhadap distribusi bahan pokok. Sehingga terjadi pengaruh pada pergeseran harga menjadi lebih tinggi dari biasanya. 

Lebih lanjut, Drajat mengatakan, tahun lalu, di momen jelang bulan puasa, yang mengalami kenaikan harga adalah cabai rawit. Menurutnya belum tentu komoditas itu juga yang akan naik di momen jelang puasa tahun ini. 

"Biasanya beda-beda, jadi kita tidak bisa spesifik mana yang rawan naik. Namun kita terus lakukan pengecekan dan sampai saat ini masih aman, dan harga stabil. Cabai juga stabil," pungkasnya. 

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved