Breaking News:

Daging Ayam dan Beras Picu Deflasi bulan Maret 2019 di Jember

Turunnya harga daging ayam ras dan beras menjadi pemicu terjadinya deflasi bulan Maret 2019 di Kabupaten Jember.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Petani memanen padi di areal persawahan Kecamatan Jenggawah, Jember bulan Maret lalu. BPS Jember merilis panen raya membuat harga beras di tingkat konsumen turun dan memicu deflasi bulan Maret 2019. 

SURYA.co.id | JEMBER - Turunnya harga daging ayam ras dan beras menjadi pemicu terjadinya deflasi bulan Maret 2019 di Kabupaten Jember.

Berdasarkan rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, pada bulan Maret 2019, Kabupaten Jember mengalami deflasi sebesar 0,06 persen.

Deflasi ditunjukkan dengan terjadinya penurunan indeks harga konsumen (IHK) dari bulan Februari 2019 sebesar 130,61 persen turun menjadi sebesar 130,53 persen pada bulan Maret 2019. Dari delapan kota IHK di Jawa Timur, tiga kota mengalami deflasi dan sisanya inflasi. Deflasi terendah terjadi di Kota Probolinggo sebesar 0,12 persen, sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Kota Malang sebesar 0,36 persen.

Deflasi pada bulan Maret 2019 dipicu oleh turunnya harga pada komoditas daging ayam ras, beras, wortel, jeruk, bensin, telur ayam ras, bayam, labu siam/jipang, genteng dan bandeng/bolu.

"Kabupaten Jember mengalami deflasi sebesar 0,06 persen di bulan Maret 2019. Ada tiga daerah yang mengalami deflasi di Jawa Timur yakni Probolinggo, Sumenep, dan Kabupaten Jember," ujar Kepala BPS Jember Indriya Purwaningsih, Senin (1/4/2019).

Harga beras turut memicu deflasi karena Kabupaten Jember memasuki masa panen raya di bulan Maret. Karenanya, harga beras di tingkat konsumen turun di kisaran Rp 500 per kilogram. Komoditas yang turut menyumbang terjadinya deflasi adalah bensin, hal ini merupakan dampak lanjutan dari kebijakan pemerintah menurunkan harga premium per tanggal 10 Februari 2019.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi pada bulan Maret 2019 meliputi upah pembantu rumah tangga, bawang putih, bawang merah, kacang panjang, tomat sayur, rokok kretek filter, gula pasir, jagung muda, salak dan teh.

Kenaikan tarif upah pembantu meningkat seiring dengan bertambahnya masa kerja pembantu yang bekerja di rumah tangga. Komoditas bawang merah dan bawang putih menjadi penyumbang terjadinya inflasi dikarenakan keterbatasan ketersediaan komoditas tersebut di pasaran.

Hasil pemantauan IHK tersebut, kata Indri, disampaikan kepada sejumlah instansi termasuk kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jember. Indri mengimbau supaya TPID melakukan langkah-langkah strategis di bulan April, mengingat bulan depan sudah menjelang bulan Puasa/Ramadan. Selain itu, pelaksanaan Pemilu 2019 di bulan April juga diprediksi memicu kenaikan harga komoditas pangan.

'Kami imbau TPID melakukan langkah-langkah strategis untuk mengendalikan inflasi di bulan April, karena bulan depan memasuki momentum menjelang bulan Ramadan, juga ada agenda pesta demokrasi lima tahunan. Diprediksi sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan," imbuh Indri.

Jelang Ramadhan, Harga Bahan Pokok di Jatim Masih Stabil

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved