Berita Sampang

90.000 Ton Garam Petani di Sampang Belum Terserap Perusahaan, DKP Sebut Ini Jadi Penyebabnya

petani garam di Kabupaten Sampang mengeluh. Sebab, hasil panen musim ini masih banyak menumpuk dan belum terserap

90.000 Ton Garam Petani di Sampang Belum Terserap Perusahaan, DKP Sebut Ini Jadi Penyebabnya
TribunMadura.com/Hanggara Pratama
Tumpukan garam hasil dari petani Kecamatan Sreseh Kabupaten Sampang, Senin (1/4/2019). 

SURYA.co.id | SAMPANG - Sejumlah petani garam di Kabupaten Sampang mengeluh. Sebab, hasil panen musim ini masih banyak menumpuk dan belum terserap. Di salah satu wilayah daerah barat Kabupaten Sampang, tepatnya di Kecamatan Sereseh, tampak sejumlah hasil panen petani sekitar yang masih menumpuk di area lahan.

Salah satu petani garam di Sereseh, Ahmad (45), mengatakan hasil garam miliknya masih banyak yang belum terjual, Senin (1/4/2019). Ahmad menuturkan petani garam di wilayahnya kebingungan karena garam milik kami masih banyak menumpuk di area lahan tambak dan belum terserap

"April Ini harusnya sudah masuk musim produksi. Tapi kami tidak bisa produksi kembali karena garam yang sebelumnya masih ada dan belum terjual hingga saat ini," keluh Ahmad.

Kabid Perikanan dan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sampang, Moh Mahfud, menjelaskan banyaknya garam milik petani masih banyak belum terjual karena saat ini perusahaan yang masih membeli garam rakyat hanya satu, yaitu PT Susanti Megah Surabaya.

"Itu pun dibatasi. Perusahaan hanya membeli satu truk kepada setiap pemasok yang ada" tukas Mahfud.

Mahfud mengungkapkan garam rakyat yang ada di pemasok yang masih belum terjual sekitar 90.000 ton.

"Hal itu disebabkan stok garam di perusahaan masih melimpah, sehingga mereka tidak membeli garam rakyat," tutupnya.

Laporan wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved