Berita Surabaya

Respons Gubernur Khofifah terkait Curhat Pemkot Kediri soal Dana Bagi Hasil Cukai

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dicurhati Pemkot Kediri terkait bagi hasil dana cuka

surya.co.id/istimewa
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dicurhati Pemkot Kediri terkait bagi hasil dana cukai. Atas curhat ini Khofifah berkomitmen membantu Pemerintah Kota Kediri yang ingin mengajukan penambahan pendapatan dari cukai rokok untuk pendapatan kotanya.

Hal itu disampaikan Khofifah usai menggelar rapat bersama jajaran bupati di wilayah mataraman, Minggu (31/3/2019).

Khofifah mengumpulkan sejumlah bupati di kawasan Mataraman untuk melakukan koordinasi dan komunikasi dengan serta membawa para pimpinan OPD di lingkungan pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Usai masing-masing kepala daerah menyampaikan masalah yang bersinggungan kewenangannya dengan pemerintah provinsi, Khofifah dalam forum itu langsung memberikan keputusan atas masing-masing masalah yang butuh intervensi dari pemprov.

"Ada masalah-masalah yang harus kita tindaklanjuti dengan mengirimkan sejumlah surat. Misalnya adalah masalah yang disampaikan adalah pembagian cukai di Kota Kediri, harapannya bisa ditingkatkan. Maka dari forum ini kita akan komunikasikan kembali ke Kementerian Keuangan tentang posibilitas menambah jumlah pembagian cukai untuk Kota Kediri," kata Khofifah, Minggu (31/3/2019).

Lebih lanjut, rapat koordinasi semacam ini dikatakan Khofifah sangat penting. Sebab dengan begini juga akan ada komunikasi dua arah antara pemerintah daerah dengan pemerintah provinsi. Terlebih ada banyak masalah yang tidak bisa diselesaikan di tataran pemerintah kabupaten atau kota dan harus ditengahi oleh pemerintah provinsi sebagai pemilik kewenangan.

"Lalu juga tadi ada yang menyampaikan masalah distribusi air bendungan untuk kepentingan pengairan sawah yang cukup luas. Ada kabupaten yang sudah siap membuat sudetan dengan dana dari daerahnya, tapi butuh kita yang memberi keputusan. Yang semacam ini makanya butuh rapat bersama untuk nanti ditindaklanjuti dalam rapat terbatas atau ratas," kata Khofifah.

Tidak hanya membicarakan masalah yang terjadi di Kediri, Khofifah juga menyebut masalah yang juga dibahas adalah masalah kebutuhan taman di Ngawi tepatnya di Mantingan sebagai show window bagi masyarakat yang datang ke Jawa Timur. Aset tersebut penting sebagai promosi wilatah Jawa Timur pada wisatawan maupun masayarakat yang masuk ke wilayah Jawa Timur.

"Lalu juga masalah bantuan keuangan dari Pemprov Jawa Timur ke daerah untuk Bosda Madin, SMA SMK gratis pada bulan Juli mendatang juga kita sampaikan," katanya.

Dikatakan Khofifah rapat semacam ini akan sering dilakukan. Ini lantaran Khofifah ingin fokus menjalankan pemerintahan dan pembangunan di Jawa Timur dengan pendekatan pembangunan berbasis kewilayahan.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved