Berita Mojokerto

MTs dan MA di Kabupaten Mojokerto 100 Persen UNBK, cuma Satu Sekolah Terkendala ini

Seluruh Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Mojokerto tahun ini melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

surya/samsul hadi
Foto ilustrasi: Sejumlah siswa sedang mengikuti UNBK. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO -  Seluruh sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Mojokerto tahun ini melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Hanya satu sekolah terpaksa menggear UNBK dalam beberapa sesi karena keterbatasan komputer.

"Seluruh sekolah MTs dan MA baik negeri maupun swasta sudah menggunakan komputer," kata Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasipenma) Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto, Zainut Tamam saat dihubungi Surya.co.id, Minggu (31/3/2019).

Namun, di beberapa lembaga sekolah belum dapat menyediakan komputer sesuai dengan jumlah siswa. Hal hal ini tidak  menghambat pelaksanaan UNBK.

"Satu sekolah ada menggelar pelaksanaan UNBK menjadi tiga sesi karena jumlah komputer. Tetapi ada lembaga yang hanya menggelar UNBK satu sesi karena ketersidaan komputer sesuai dengan jumlah siswa. Untuk beberapa Madrasah Aliyah Negeri menyediakan komputer hampir 100 unit. Sedangkan MA swasta beberapa menyediakan komputer 60 unit," terang Zainut.

Zainut menyebutkan jumlah siswa yang mengikuti UNBK tahun ini dari MTs sekitar 16.300 siswa. Sedangkan untuk MA berjumlah 3.001 siswa.

"Lembaga MTs di Kabupaten Mojokerto berjumlah 78 lembaga. Untuk MA ada 45 lembaga. Semua lembaga itu saat Ujian Nasional nanti menggunakan komputer secara mandiri," sebutnya.

Zainut menambahkan, bebapa bulan lalu, MTs dan MA telah melakukan berbagai persiapan menjelang UNBK. Salah satunya menggelar uji coba.

"MTs dan MA sudah melakukan gladi bersih. Awal Maret lalu kami menggelar UAMBN-BK (Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer). Saat pelaksanaan gladi bersih dan UAMBN-BK tak ada kendala apapun," paparnya.

Zainut mengungkapkan, hal yang harus diwaspadai saat UNBK nanti yakni jaringan internet dan listrik. Terutama untuk sekolah yang berlokasi di daerah dataran tinggi.

"Misalnya, sekolah yang berada di daerah Trawas. Biasanya ada gangguan jaringan internet. Tetapi kami sudah bekerjasama dengan pihak Telkom dan PLN, agar pelaksanaan UNBK berjalan lancar," tandasnya. (nen)

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved