Berita Lumajang

Waspada, Polisi Lumajang Ungkap Penjualan Motor Hasil Curian Melalui Facebook

Sepeda motor hasil curian itu kemudian dijual secara online, salah satunya melalui grup Facebook.

Waspada, Polisi Lumajang Ungkap Penjualan Motor Hasil Curian Melalui Facebook
SURYA.co.id/Sri Wahyunik
Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban saat merilis curanmor 23 TKP di IGD RS Bhayangkara Lumajang, Sabtu (30/3/2019) 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Polisi Lumajang membekuk dua orang pencuri kendaraan bermotor di 13 tempat kejadian perkara (TKP). Keduanya adalah Ahmad Fatoni (20) dan M Sodiqin (30), warga Desa Sumberejo Kecamatan Sukodono, Lumajang. Keduanya tertangkap, Sabtu (30/3/2019) dini hari.

Ke-13 TKP pencurian itu berada di Kabupaten Lumajang (9 TKP) dan empat TKP di Kabupaten Jember. Dalam melakukan aksinya, kedua orang itu selalu bareng. Fatoni menjadi eksekutor sepeda motor dan Sodiqin menjadi joki motor alias pengemudi.

Mereka berdua ditangkap dilokasi berbeda. Fatoni lebih dahulu tertangkap sekitar pukul 01.30 WIb di Jalan Raya Sumberejo Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang saat mengendarai kendaraan hasil curian. Selang beberapa jam, gantian Sodiqin yang ditangkap di rumahnya di Desa Sumberejo Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang. Keduanya juga harus dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas lantaran berusaha melawan saat akan diamankan.

“Awal pengungkapan pelaku ini berawal dari Patroli yang dilakukan oleh Tim Cobra Polres Lumajang yang dipimpin oleh Kasat Sabhara AKP Jauhar yang mengamankan kendaraan yang tidak dilengkapi surat-surat. Dari kasus tersebut kemudian di kembangkan sehingga tertangkap dua pelaku Curanmor. Hasil Interogasi, pelaku ternyata telah melakukan aksinya di 13 TKP yang berbeda. uniknya, sebagian besar motor tersebut djual secara online,” kata Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban, Sabtu (30/3/2019).

Sementara Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran menuturkan, kedua orang itu dijerat memakai Pasal 363 KUHP. “Keduanya terancam kurungan penjara selama 7 tahun karena melanggar pasal 363 KUHP. Sedangkan penadah sendiri kami limpahkan ke Polres Jember mengingat pelakunya berada di sana,” tegas Hasran.

Ke-13 lokasi pencurian dua orang itu yakni di halaman Kantor Dispora Kabupaten Lumajang, halaman warung kopi Taman Toga Lumajang, Pasar Lumajang, warung bakso Pulosari Lumajang, warung bakso Banyuwangi di Lumajang, depan SMAN 3 Lumajang, Kelanting Lumajang, SMK Khoiriyah Suko Lumajang, wkedai kopi dekat SPBU Labruk Lor Lumajang, Pasar Semboro Jember, Kencong Jember, Puger Jember, dan Pasar Tanggul Jember.

Kendaraan bermotor yang dicuri semuanya sepeda motor. Pencurian dilakukan antara satu bulan hingga empat bulan lalu.

Sepeda motor hasil curian itu kemudian dijual secara online, salah satunya melalui grup Facebook. Penawaran disertai keterangan jika kendaraan tidak dilengkapi surat dokumen kendaraan bermotor. Pembelian dilakukan secara bertatap muka atau Cash on Delivery (COD).

Barang bukti yang ditemukan dalam pengungkapan itu adalah tiga unit sepeda motor.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved