Rumah Politik Jatim

Selesai Debat Pilpres, Prabowo-Sandi Langsung Menuju Sidoarjo untuk Sapa 130 Ribu Pendukungnya

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno akan ke Sidoarjo untuk menghadiri kampanye akbar

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
surya/bobby constantine koloway
Ketua Bidang Media BPP Jatim, Hadi Dediansyah 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sehari pasca debat pilihan presiden (pilpres), Minggu (31/3/2019), calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno langsung bertolak menuju Jawa Timur. Di wilayah dengan pemilih mencapai 31 juta jiwa ini, Prabowo-Sandi akan menghadiri kampanye akbar di Sidoarjo bersamaan.

Di Sidoarjo, kampanye terbuka akan dipusatkan di Gelora Delta Sidoarjo.

"Pak Prabowo dan Mas Sandi akan turun langsung secara bersama-sama di Jatim," kata Ketua Bidang Media BPP Jatim, Hadi Dediansyah kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu (30/3/2019).

Hadi menyebut bahwa jumlah pendukung yang hadir ditargetkan bisa mencapai 130 ribu orang.

"Rinciannya, 60 persen dari Sidoarjo, 20 persen dari Surabaya, sisanya dari seluruh Jawa Timur," kata Hadi.

"Sehingga, GOR Sidoarjo akan dikepung oleh lautan manusia," kata Hadi.

Hadi yang juga Wakil Ketua DPD Gerindra Jatim ini menambahkan bahwa pemilihan Sidoarjo sebagai lokasi Kampanye Terbuka tersebut juga diharapkan dapat memperkuat basis suara.

"Sidoarjo kami nilai sebagai daerah netral," kata Hadi.

"Dengan pelaksanaan yang terpusat di Sidoarjo, kami harapkan bisa memiliki efek ke beberapa daerah lain, termasuk Surabaya yang diklaim telah menjadi basisnya 01 (Jokowi-Ma'ruf)," kata Hadi yang juga Caleg Gerindra untuk DPRD Jatim dari dapil Surabaya ini.

Hendro Tri Subiantoro, Ketua Bidang Relawan dan Penggalangan BPP Jatim, menambahkan bahwa Sidoarjo dipilih sebagai lokasi kampanye akbar mengingat kemudahan akses menjangkau wilayah tersebut.

"Jadi, di Sidoarjo memiliki akses yang paling mudah dari seluruh Jawa Timur," katanya.

"Sidoarjo dapat diakses oleh pendukung Prabowo-Sandi dari seluruh Jawa Timur. Sehingga semakin banyak yang datang," katanya.

Berbeda halnya dengan Surabaya yang pada pemilu sebelumnya pernah menjadi lokasi kampanye akbar di pilpres 2014 silam.

"Kalau di Surabaya, pengalaman kami tidak bisa masuk ke kota, sehingga tidak maksimal," katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved