Kabar Terkini Perburuan KKB Papua, Tim Independen Ungkap Dugaan Pelanggaran & Lapor ke Komnas HAM

Kabar terkini perburuan KKB Papua menunjukkan tim investigasi independen tengah meminta agar Komnas HAM menelusuri dugaan pelanggaran HAM

John Roy Purba/Istimewa
Ilustrasi: Kabar Terkini Perburuan KKB Papua 

SURYA.co.id - Kabar terkini perburuan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua menunjukkan tim investigasi independen tengah meminta agar Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menelusuri dugaan pelanggaran HAM dalam operasi tersebut

Untuk memperkuat hal itu, tim investigasi independen akan menyerahkan hasil temuannya terkait dampak operasi perburuan KKB, di Kabupaten Nduga, Papua, kepada Komnas HAM.

Seorang anggota Tim Investigasi Independen, Theo Hasegem berharap agar Komnas HAM membentuk tim khusus

"Komnas HAM saya pikir akan membentuk tim investigasi kasus dugaan pelanggaran HAM di Papua," ungkap Theo usai konferensi pers di kantor Amnesty International Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (29/3/2019), dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Temuan soal Dampak Operasi Pengejaran KKB di Nduga Akan Diserahkan Ke Komnas HAM'.

Aksi Prajurit Kopassus Berkaki Satu Penyandang Bintang Sakti, Tetap Mengabdi Meski Tanpa Kaki Kiri

Peringatan Gatot Nurmantyo Soal Video AM Hendropriyono Sebut Pancasila vs Khilafah

Video Tangis Pria di Nikahan Mantan Viral di Whatsapp (WA) & IG, Si Wanita Nyanyikan Lagu Patah Hati

Serangan Baru Nikita Mirzani pada Syahrini, Unggah Foto Istri Haji Isam & Hastag Jet Pribadi Diaku

Hasil temuan tersebut, kata Theo, hanya laporan awal sehingga membutuhkan investigasi lebih lanjut untuk melengkapinya.

Theo mengatakan pihaknya siap bekerja sama dengan Komnas HAM untuk menginvestigasi secara lebih mendalam pelanggaran HAM dalam perburuan KKB Papua

"Pasti kami akan bentuk tim investigasi dengan Komnas Jakarta termasuk perwakilan Papua, dan bekerja sama akan melakukan inestigasi mendalam," ungkap dia.

Menurut data tim investigasi, terdapat puluhan ribu pengungsi akibat operasi perburuan KKB Papua.

Rinciannya, 4.276 pengungsi di Distrik Mapenduma, 4.369 di Distrik Mugi, 5.056 di Distrik Jigi, 5.021 di Distrik Yal, dan 3.775 di Distrik Mbulmu Yalma.

Pengungsi juga tersebar di Distrik Kagayem sebanyak 4.238 jiwa, Distrik Nirkuri sebanyak 2.982 jiwa, Distrik Inikgal sebanyak 4.001 jiwa, Distrik Mbua sebanyak 2.021 jiwa, dan Distrik Dal sebanyak 1.704 jiwa.

Menurut Theo, para pengungsi yang terdiri dari anak-anak, ibu-ibu, dan lansia mengungsi ke hutan dan bersembunyi di gua.

Bahkan, ada Ibu-ibu pengungsi yang melahirkan di hutan dan kesulitan mengakses pertolongan medis.

Bahan makanan yang terbatas di hutan membuat para pengungsi, seperti balita, tak dapat asupan yang cukup.

Berikutnya, Theo juga menyebutkan akses terhadap pendidikan untuk anak-anak juga menjadi terganggu akibat operasi aparat mengejar KKB.

"Beberapa sekolah terpaksa tidak beroperasi sementara karena terdampak peristiwa pembantaian pekerja Istaka hingga sampai operasi militer, serta kontak senjata antara OPM dan militer," ujarnya.

Bagi anak-anak yang mengungsi ke daerah Wamena, telah terdapat sekitar 13 kelas untuk mengakomodir 697 siswa dari tingkat SD hingga SMA. Jumlah tersebut diprediksi masih akan meningkat.

Kegiatan belajar mengajar dikatakan Theo telah berlangsung sejak Januari 2019 hingga saat ini.

Tim investigasi juga menemukan korban masyarakat sipil yang meninggal dan luka-luka.

"Tim juga telah menemukan korban dari masyarakat sipil di beberapa kampung, di antaranya dua anak sekolah yang ditembak di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, dan beberapa warga sipil yang ditembak lalu menderita hingga meninggal dunia," tutur Theo.

Lalu, ada pula orang yang disebutkan Theo hilang, yaitu Pendeta Geyimin Nirigi.

Meski pihak TNI menyebutkan pendeta tersebut masih hidup, tim investigasi belum mempercayai informasi itu.

Selain itu, sebanyak 34 gereja ditutup dan dirusak. Salah satu gereja, diungkapkan Theo, digunakan sebagai markas TNI.

Bangunan lainnya seperti rumah penduduk dan puskesmas, ikut rusak karena menurut tim investigasi dibakar.

600 Prajurit TNI Diturunkan

Sebelumnya, sebanyak 600 prajurit TNI sudah tiba di Timika pada Sabtu (9/3/2019) sekira pukul 08.00 WIT dan segera berangkat ke Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua.

Dilansir dari Tribunnews dalam artikel '600 Pasukan TNI yang Sudah Tiba di Nduga Akan Lakukan Pengamanan dan Pembangunan 21 Jembatan', Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan dikerahkannya 600 prajurit TNI ini untuk pengamanan dan pembangunan 21 jembatan Jalan Trans Papua di Kabupaten Nduga, Papua

Aidi menyebutkan, sejumlah pasukan advance berangkat ke Distrik Kenyam menggunakan helikopter dan sebagian lainnya akan menggunakan jalur darat dengan menyusuri sungai.

Ia memperkirakan tim yang menuju Distrik Kenyam lewat jalu darat akan memakan waktu tiga hari untuk sampai di Kenyam.

Hal itu disampaikan Aidi lewat pesan Whatsapp kepada Tribunnews.com (grup Surya.co.id) pada Sabtu (9/3/2019).

"Tadi pagi setelah proses embarkasi (pemberangkatan), tim advance berangkat ke Kenyam Nduga dengan Helikopter sementara sisa pasukan akan berangkat melalui jalur sungai diperkirakan waktu tempuh selama tiga hari," kata Aidi.

Aidi menjelaskan, pasukan tersebut nantinya bertugas untuk melakukan pengamanan dan pembangunan 21 jembatan Jalan Trans Papua di Kabupaten Nduga, Papua.

"Pasukan berjumlah 600 personel dari satuan Yonif 431/SSP dan Yon Zipur 8 Makassar. Pasukan ini akan melaksanakan pengamanan dan pembangunan 21 jembatan di Kab Nduga," kata Aidi.

Menurut Aidi, 600 prajurit TNI itu sebelumnya tiba di Pelabuhan Portsite PT Freeport, Timika pada Jumat (9/3/2019) dengan memggunakan kapal KRI dr Suroso milik TNI AL.

"Proses debarkasi tadi pagi pada 08.00 WIT ditandai dengan upacara penerimaan pasukan dipimpin oleh Danrem 172/VWY Kolonel Inf Jonathan Binsar Sianipar selaku Komandan Komando Pelaksana Operasi," kata Aidi.

Sebelumnya, Aidi mengatakan kondisi terkini di distrik Mugi, Nduga, Papua pada Jumat (8/3/2019) telah kondusif pasca kontak senjata antara TNI dan KKB Papua pada Kamis (7/3/2019) pagi.

Ia juga mengatakan, kegiatan proyek pembangunan Trans Papua Wamena - Mumugu di Kabupaten Nduga tetap berjalan.

Hal itu disampiakan Aidi saat dihubungi Tribunnews.com lewat sambungan telepon pada Jumat (8/3/2019) sekira pukul 15.00 WIB.

"Kondisi sekarang menurut laporan, situasi kondusif. Tidak mempengaruhi aktifitas masyarakat, karena kejadian kemarin jauh di pemukiman. Tentunya pengamanan tetap kita perketat dan proses kegiatan tetap kita lanjutkan," kata Aidi.

3 Anggota TNI Gugur & 10 Anggota KKB Tewas

Sempat terjadi baku tembak antara TNI dengan KKB di Nduga Papua dan mengakibatkan 3 anggota TNI gugur dan 10 anggota KKB tewas.

Kronologi baku tembak antara Anggota TNI dan KKB diungkapkan Kapendam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring menegaskan TNI tidak akan gentar terus memburu KKB di Nduga Papua.

"Tiga anggota yang gugur telah diterbangkan ke Kabupaten Mimika untuk disemayamkan," ujar Kapendam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, Kamis(7/3/2019).

Aidi mengatakan, tiga prajurit TNI yang gugur yaitu Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin, dan Serda Siswanto Bayu Aji.

Di pihak KKB, kata Aidi diperkirakan ada 7 hingga 10 anggota KKB yang tewas.

Namun, jenazah mereka dibawa kabur oleh kelompoknya.

“Sementara dari pihak KKB, prajurit TNI berhasil merampas lima pucuk senjata milik KKSB.

Dan ditemukan satu orang mayat.

Diperkirakan setidaknya 7-10 orang anggota KKSB juga tewas.

Namun, mayatnya berhasil dibawa kabur oleh teman-temannya,” kata Aidi.

Video polisi hancurkan markas KKB Papua
Brimob hancurkan markas KKB Papua (Facebook Komunitas Cinta Polri)

Aidi mengatakan sekitar pukul 15.00 WIT, dua unit helikopter jenis Bell tiba dari Timika untuk melaksankan evakuasi prajurit TNI yang gugur.

“Namun, sebelum mendarat, heli tersebut kembali mendapatkan serangan dari KKB.

Pasukan TNI membalas tembakan sehingga heli berhasil mendarat dan proses evakuasi dapat dilaksanakan dalam keadaan aman,” ujar Aidi.

Aidi mengungkapkan kronologi kejadian baku tembak.

Ia menceritakan pasukan TNI yang tergabung dalam Satgas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) mendapat serangan dari anggota KKSB pimpinan Egianus Kogoya di Distrik Mugi Kabupaten Nduga pada Kamis (7/3) sekira pukul 08.00 WIT.

Para personel TNI itu diserang ketika sedang melaksanakan pengamanan proses pergeseran pasukan TNI yang akan melaksanakan pengamanan dan pembangunan infrastruktur Trans Papua Wamena-Mumugu di Kabupaten Nduga.

"Pasukan TNI Satgas Gakkum kekuatan 25 orang tersebut baru tiba di Distrik Mugi dalam rangka mengamankan jalur pergeseran pasukan.

Tiba-tiba mendapatkan serangan mendadak oleh sekitar 50 sampai 70 orang KKSB," kata Aidi.

Aidi mengatakan, anggota KKB Papua yang menyerang anggota TNI tersebut bersenjata campuran.

Mulai senjata standar militer maupun senjata tradisional seperti panah dan tombak.

"Pasukan berusaha melakukan perlawanan sehingga berhasil menguasai keadaan.

Kami berhasil memukul mundur kelompok KKB Papua sampai menghilang kedalam hutan belantara," kata Aidi.

Pimpinan KKB Goliath Tabuni (kiri) dan Lekagak Telenggeng
Pimpinan KKB Goliath Tabuni (kiri) dan Lekagak Telenggeng (Facebook/KOMNAS-TPNPB)

Berita menarik lainnya:

VIDEO Viral Detik-detik Iriana Jokowi Jatuh di Atas Panggung, Perhatikan Reaksi Sang Suami

Vanessa Angel Sakit Parah, Badan Kurus dan Bibir Kering, Ini Satu satunya Sosok yang Ia Butuhkan

Luna Maya Pernah Janji Menjomblo Pasca Putus dari Reino Barack, Sang Sahabat Ungkap Fakta Sebenarnya

Alasan Luna Maya-Reino Tak Ditegur Saat Tinggal Serumah, Warga Bahas Aktivitas Tiap Pagi & Perilaku

Cerita Menko Luhut Komentari Gaya Berpakaian Jokowi, Sang Presiden Beri Tanggapan 'Ini Bagus Pak'

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring mengatakam pihaknya tidak akan mundur selangkah pun menghadapi KKSB di Distrik Mugi Kabupaten Nduga, Papua pada Kamis (7/3).

Ia juga mengatakan TNI akan terus menudukung Polri dalam upaya penegakan hukum aksi-aksi KKB Papua yang meresahkan masyarakat Papua.

"Kami tidak pernah dan tidak akan pernah mundur selangkah pun dalam menghadapi KKB.

Meskipun beberapa prajurit TNI-Polri telah gugur dalam tugas, namun kami tetap berkomitmen untuk melindungi warga masyarakat Papua dari teror yang dilakukan KKB,” ujar Yosua.

Ia dan seluruh jajaran Kodam XVII/Cenderawasih juga turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya para prajurit terbaik bangsa.

Yosua mengatakan bahwa ketiga prajurit TNI yang telah gugur demi menjalankan tugas mulia untuk menegakkan kedaulatan bangsa.

"Mereka adalah pahlawan kusuma bangsa.

Mereka rela mengorbankan nyawanya demi menghadirkan rasa aman bagi masyarakat Papua," kata Yosua.

Egianus Kogoya saat menyerukan boikot pilpres dan tuntut merdeka
Egianus Kogoya saat menyerukan boikot pilpres dan tuntut merdeka (Facebook)

Ia mengatakan, peristiwa kontak tembak antara 25 anggota Satgas Hukum TNI dengan 50 sampai 70 orang anggota KKB pimpinan Egianus Kogoya membuktikan bahwa KKB Papua tidak segan untuk membunuh aparat dan warga sipil yang tidak mendukung mereka.

"Ini juga sekaligus membuktikan bahwa kelompok separatis bersenjatalah yang selama ini menjadi beban bagi masyarakat Papua.

Mereka tidak segan membunuh aparat dan warga sipil yang tidak mendukung mereka," kata Yosua.

Vanessa Angel Ingin Bertobat Setelah Terseret Prostitusi Online, Begini Curhatnya pada Nicky Tirta

Peringatan Gatot Nurmantyo Soal Video AM Hendropriyono Sebut Pancasila vs Khilafah

Sosok Hacker 15 tahun di Tangerang yang Sukses Menembus Situs NASA Milik AS, Punya Tujuan Mulia

Hotman Paris Klaim Pendapatannya Puluhan Kali Gaji DPR, Sindir Pengacara Nyaleg: Yakin Bela Rakyat?

*Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Temuan soal Dampak Operasi Pengejaran KKB di Nduga Akan Diserahkan Ke Komnas HAM"

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved