Berita Situbondo

Sidak Persiapan Ramadan, Disperindag Situbondo Temukan Makanan Kadaluarsa di Swalayan

Disperindag Situbondo melakukan sidak ke sejumlah toko swalayan di Situbondo.

Sidak Persiapan Ramadan, Disperindag Situbondo Temukan Makanan Kadaluarsa di Swalayan
surya/izi hartono
Petugas Disperindag memeriksa makanan dan minuman saat sidak di toko swalayan di Situbondo. 

SURYA.co.id | SITUBONDO - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Situbondo melakukan sidak sejumlah toko swalayan di Situbondo, Kamis (28/03/2019). Tim gabungan langsung menuju ke toko swalayan yang berada di depan Bank Mandiri Cabang Situbondo.

Tim gabungan yang terdiri petugas Disperindag, anggota Polres Situbondo, dan Lembaga Konsumen Indonesia (LKI), langsung menyisir rak makanan dan minuman. Hasilnya, petugas menemukan sejumlah makanan yang kadaluarsa dan kaleng minuman yang penyok serta rusak.

Tak hanya toko swalayalan, petugas gabungan juga melakukan sidak ke SPBU di Jalan Raya Mimbaan, Kecamatan Panji. Kepala Seksi Pengawasan Meteorologi Disperindag Situbondo, Hevin Switerson, mengataka, sidak ini dilakukan menjelang bulan Ramadan untuk melakukan pengawasan dan monitoring makanan dan minuman yang beredar aman atau tidak dikonsumsi.

"Semua swalayan akan kami pantau," kata Hevin di sela sidak kepada Surya.

Hevin mejelaskan dari hasil sidak pihaknya menemukan makanan yang kadaluarsa dan kaleng serta kemasan yang rusak.

"Ada kemasan susu dan prodak makanan roti, sosis serta kue yang lainnya," ungkapnya.

Dengan temuan tersebut, pihaknya akan mengambil langkah teguran terhadap pengelola swalayan.

Selain itu, pihaknya menyita barang bukti agar tidak dijual kembali.

"Selain swalayan, kami juga sidak di SPBU," ujarnya.

Saat melakukan pengawasan alat kemeteorologian di SPBU, pihaknya tidak menemukan adanya indikasi kecurangan atau pengurangan takaran.

"Kami coba mainkan nokselnya, takarannya masih normal," ucapnya.

Salah seorang petugas SPBU, Hariyanto, mengatakan meski nokselnya dimainkan, sebenarnya tidak ada pengaruh dan tidak mengurangi takaran.

"Kami selalu buktikan kalau nokselnya dimainkan tidak masalah dan tak mengurangi takaran," tandas Hariyanto.

Penulis: Izi Hartono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved