Berita Mojokerto

Pakai Trik Undercover Buy, Polres Mojokerto Bekuk Kurir Sabu yang Nilainya Rp 110 Juta

Satreskoba Polres Mojokerto mengamankan sabu senilai Rp 110 juta atau seberat 99,08 gram

Pakai Trik Undercover Buy, Polres Mojokerto Bekuk Kurir Sabu yang Nilainya Rp 110 Juta
surya/danendra kusumawardana
Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno menunjukkan barang bukti sabu yang diamankan dari tiga tersangka, Kamis (28/3). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Satreskoba Polres Mojokerto mengamankan sabu senilai Rp 110 juta atau seberat 99,08 gram. Sabu itu diamankan dari tangan tersangka bernama Ahmad Efendi (25) warga Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno, mengatakan Efendi dibekuk di depan sebuah ruko Desa Jabon, Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Rabu (27/3) sekitar pukul 18.00 WIB. Kala itu, tersangka hendak melakukan transaksi.

"Kami melakukan penangkapan dengan cara undercover buy (menyamar sebagai pembeli). Tersangka ini merupakan kurir. Untuk bandarnya masih dalam pengembangan," katanya, Kamis (28/3).

Setyo menduga, bila bandar Ahmad Efendi merupakan warga Mojokerto. Kemungkinan, sabu tersebut diedarkan di wilayah Mojokerto.

"Diduga di Mojokerto ada bandar besar, kini masih dalam pengembangan. Kalau bandarnya diedarkan di Mojokerto, peredarannya, juga di wilayah Mojokerto dan sekitarnya," ungkapnya.

Terkait sasaran penjualan, masih kata Setyo, tanpa mengenal batas usia. Tak terkecuali, para pelajar.

"Sasaran tetap tidak mengenal usia. Pelajar semua bisa jadi sasaran. Istilahnya kami katakan sudah kritis lah daerah Mojokerto. Perlu diwaspadai. Bukan hanya sasaran distribusi atau penjualan tapi Mojokerto juga salah satu tempat bandar. Sementara masih kami kembangkan," ujarnya.

Ahmad Efendi mengaku mendapatkan sabu dari Madiun. Sabu tersebut dikirimkan dengan cara ranjau.

"Sabu itu diambil dari Madiun. Cara pengirimannya ranjau diletakkan di pinggir jalan. Sabu itu dikemas di dalam kantong kresek dan ditutup timba," ungkap Efendi.

Efendi mengaku dirinya tergiur menjadi kurir karena upah yang diterima cukup besar.

Halaman
12
Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved