Berita Pasuruan

Insiden Perampasan HP dan Hapus File Wartawan oleh Oknum Polisi Polres Pasuruan Kota Berakhir Damai

Polres Pasuruan Kota mengajak dua oknum anggota polisi yang terlibat dalam kasus perampasan ponsel dan penghapusan file liputan milik dua wartawan

Insiden Perampasan HP dan Hapus File Wartawan oleh Oknum Polisi Polres Pasuruan Kota Berakhir Damai
surya/galih lintartika
Suasana pertemuan damai antara Polres Pasuruan Kota dengan para wartawan Pasuruan di Kantor PWI Pasuruan terkait kasus perampasan HP dan penghapusan file milik Ary Suprayogi wartawan TV One dan Iwan Nue Hidayat wartawan Suara-publik.com oleh dua oknum polisi Polres Pasuruan Kota saat meliput. Secara institusi, Polres Pasuruan Kota menyampaikan permohonan maaf atas insiden itu dan berkomitmen melindungi tugas jurnalistik sebagaimana para wartawan juga akan menjaga kode etik profesi kepolisian saat peliputan. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Komitmen Polres Pasuruan Kota untuk beritikad baik kepada wartawan di Pasuruan akhirnya dipenuhi, Rabu (27/3/2019). Perwakilan Polres Pasuruan Kota akhirnya datang ke Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pasuruan di Alun-Alun Kota Pasuruan.

Dalam pertemuan ini, Polres Pasuruan Kota mengajak dua oknum anggota polisi yang terlibat dalam kasus perampasan ponsel dan penghapusan file liputan milik dua wartawan, yakni Ary Suprayogi dari TV One dan Iwan Nue Hidayat dari suara-publik.com tiga hari yang lalu.

"Saya mewakili institusi mohon maaf, kalau anggota kami sempat salah paham. Kami menyadari, tidak semua anggota kami yang mengetahui tugas-tugas jurnalistik. Hanya sebagian kecil saja yang memahaminya," kata Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota, AKP Endy Purwanto.

Endy berharap semua pihak tidak membahas ulang permasalahan tersebut.

Oknum Polisi di Polres Pasuruan Kota Hapus Rekaman Video Wartawan Saat Meliput Tahanan Kabur

Propam Polda Jatim Periksa Oknum Anggota Polres Pasuruan Kota terkait Insiden Polisi dengan Wartawan

Ia meminta kejadian ini harus saling dipahami bersama.

"Ini yang terakhir dari yang terakhir. Kejadian ini akan menjadi pelajaran bagi kami. Saya akan menyosialisasikan tugas-tugas jurnalis ke anggota. Kalau jurnalis datang meliput ya dilundingi. Saya jamin tidak akan ada lagi kejadian perampasan dan penghapusan file liputan yang terjadi," ucapnya.

Wartawan TV One, Ary Suprayogi, mengatakan jangan sampai insiden perampasan ponsel dan penghapusan file liputan ini terjadi lagi.

Ary menyebut arogansi oknum polisi yang seperti itu sudah mencederai profesi wartawan sebagai penjaga pilar demokrasi.

"Kita sama-sama profesi. Saling hormati masing-masing profesi. Toh, saya bekerja juga menghormati kode etik profesi polisi," tukas Ary.

Ary menyatakan tidak akan melaporkan dua oknum polisi itu ke ranah pidana.

Sesuai dengan kesepakatan sesama wartawan di Pasuruan, pihaknya hanya menunggu itikad baik dari dua oknum polisi itu.

"Ya sebenarnya esensinya adalah saya butuh kesadaran dari mereka. Keduanya datang ke sini dan memohon maaf itu saya nilai sebagai hal terpenting dalam pembelajaran yakni kesadaran. Percuma kalau diberi hukuman, tapi tidak sadar kalau dia salah. Sekali lagi, saya tegaskan jangan sampai ada lagi tindakan arogansi seperti ini," pungkasnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved