Berita Jember

Pencarian Korban Longsor Gunung Kapur Sadeng Jember, Tunggu Alat untuk Hancurkan Material

Hari kedua pencarian korban longsor Gunung Kapur Sadeng di Puger Kabupaten Jember, tunggu alat untuk hancurkan material

Pencarian Korban Longsor Gunung Kapur Sadeng Jember, Tunggu Alat untuk Hancurkan Material
surya.co.id/sri wahyunik
Lokasi longsor Gunung Kapur Sadeng di Puger Kabupaten Jember. Tim penyelamat masih mencari satu korban yang masih tertimbun material, Selasa (26/3/2019). 

SURYA.co.id | JEMBER - Tim Basarnas Pos Jember masih melakukan operasi pencarian Sucipto (45), korban longsor tebing gunung kapur di Dusun Gedangan Desa Puger Kulon Kecamatan Puger, Jember, Selasa (26/3/2019).

Hari ini merupakan pencarian hari kedua.

"Operasi kami lakukan sejak pukul 07.30 Wib tadi. Hasil koordinasi dengan pihak-pihak lain, pencarian menunggu alat untuk menghancurkan material dan meruntuhkan dinding tebing," kata Komandan tim operasi pencarian dari Basarnas, Prahista Dian Yudi Winata kepada SURYA.co.id.

Alat itu nantinya didatangkan oleh pihak perusahaan.

Dinding tebing diruntuhkan untuk menghindari terjadinya longsor susulan.

Dari pantauan SURYA.co.id, material longsoran masih menumpuk di lokasi.

Tumpukan material batu kapur itu diduga menimbun tubuh Sucipto, pekerja di pertambangan itu.

Selasa (26/3/2019) warga dan keluarga juga pekerja mendatangi lokasi.

Seperti diberitakan, Senin (25/3/2019) terjadi longsor di lahan pertambangan batu Mangaan (Mn) di tempat itu.

Longsornya tebing batu kapur membuat dua orang terluka dan satu orang bernama Sucipto masih dalam pencarian.

Sempat Berlari Jauhi Longsoran

Pencarian terhadap Sucipto (45), survivor dalam longsornnya tebing pegunungan kapur di Kecamatan sempat dihentikan sementara, Senin (25/3/2019) sore.

Pencarian dilakukan kembali Selasa (26/3/2019).

"Hari ini pencarian dihentikan sementara, proses evakuasi di lokasi juga dihentikan sementara karena kami juga harus mengevaluasi lokasi. Sebab di atas beberapa kali terjadi longsoran kecil. Pencarian dilanjutkan besok. Tim sementara ditarik ke posko di Polsek Puger," ujar Kapolsek Puger, AKP Sudaryanto kepada SURYA.co.id, Senin (25/3/2019) sore.

Polisi bersama tim Basarnas dan tim reaksi cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember mencari Sucipto di lokasi longsoran.

Polisi juga mengecek ke keluarga. Di sisi lain, keluarga juga mendatangi sekitar lokasi pencarian.

Keluarga menuturkan, Sucipto belum kembali ke rumah.

Karenanya diduga kuat Sucipto menjadi korban longsornya tebing gunung kapur itu.

Sedangkan dua orang korban terluka yakni Ahmed Samosir (25) dan M Nurhasan (31) masib dirawat di sebuah klinik kesehatan di Kecamatan Puger.

Selain mengakibatkan survivor yang belum ketemu, dan dua orang terluka, terdapat enam sepeda motor yang tertimbun longsoran.

Tebing yang longsor setinggi 50 meter merupakan perbukitan kapur yang dikenal dengan Gunung Kapur Sadeng Puger.

Tebing itu longsor sepanjang 50 meter sekitar pukul 07.45 Wib, Senin (25/3/2019).

Tebing yang longsor merupakan lahan pertambangan milik sebuah CV.

CV itu menambang batu Mangaan yang lapisannya di bawah kapur.

Menurut Sudaryanto, saat longsor terjadi belum ada aktivitas pekerjaan.

"Pekerja masih siap-siap, belum mulai pekerjaan," ujarnya.

Sebelum mulai bekerja, pekerja di CV melihat ada indikasi longsor.

Mereka pun menjauh dari tebing tersebut.

Ternyata tak berselang lama, longsoran besar terjadi.

Terdapat 15 orang pekerja ketika itu.

Sucipto yang sampai saat ini masih dicari, sempat berlari menjauh dari longsoran tersebut.

Berdasarkan keterangan saudaranya yang juga ikut berlari menyelamatkan diri, kaki Sucipto terkena duri sehingga sempat berhenti.

"Setelah dilakukan pencarian ternyata Sucipto tidak ditemukan," lanjut Sudaryanto.

Tentang penyebab longsoran itu, kata Sudaryanto, di atas tebing itu sudah retak.

Dimungkinkan karena kerap terguyur hujan sehingga retakan tersebut longsor.

Saat ditanya apakah ada unsur kelalaian, kata Sudaryanto, pihaknya belum memeriksa pihak-pihak.

Saat ini fokus personiel masih mencari pekerja yang belum ditemukan.

"Apakah ada unsur kelalaian masih belum kami periksa kesana karena fokus kami masih pencarian. Memang untuk surat izin perusahaan sudah mati dan sedang diurus ke instansi terkait," tegas kapolsek lagi.

Viral di Facebook

Gunung Kapur Sadeng di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, dikabarkan longsor, Senin (25/3/2019) pagi.

Informasi ini disampaikan netizen Febriando Ndo melalui akun media sosial Facebook Info Warga Jember.

Netizen itu mengunggah sebuah video longsor di gunung kapur itu.

Video itu disertai keterangan sebagai berikut :

"Innalillahi...Gunung Sadeng Puger longsor. Mudah2 kita dilindungi oleh Allah SWT, Amiinn".

Informasi itu diunggah sekitar pukul 09.30 Wib.

Dari informasi yang dihimpun SURYA.co.id, longsor itu terjadi sekitar pukul 08.00 Wib.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Rasyid Zakaria mengatakan tim reaksi cepat (TRC) BPBD berada di lokasi kejadian.

"TRC BPBD menuju lokasi kejadian," kata Rasyid.

Gunung Sadeng merupakan pegunungan yang menjadi lokasi penambangan batu kapur di Kecamatan Puger.

Selain penambangan kapur, ada juga pabrik semen yang mengambil bahan dari Gunung Sadeng.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved