Berita Ngawi

Ibu Muda di Ngawi Tewas Dibacok saat Tidur Bersama 2 Anaknya, Tetangga Sebut Ada 'Hubungan Gelap'

Susanti warga Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, dibacok berkali-kali saat tidur bersama dua anaknya oleh orang tidak dikenal

Ibu Muda di Ngawi Tewas Dibacok saat Tidur Bersama 2 Anaknya, Tetangga Sebut Ada 'Hubungan Gelap'
surya/doni prasetyo
Polisi olah tempat kejadian pembacokan Susanti (30) warga Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi saat tidur dengan kedua anak yang masih berusia 10 tahun dan 4 tahun, yang akhirnya tewas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soeroto, Ngawi, Selasa (26/3/2019). 

SURYA.co.id | NGAWI - Seorang ibu muda, Susanti (30) warga Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, dibacok berkali-kali saat tidur bersama dua anaknya di ruang tamu rumah oleh orang tidak dikenal. Menurut saksi mata, kejadian pembacokan itu dilakukan hingga berkali-kali hingga mengenai anak sulungnya yang berusia 10 tahun.

"Sebelum kabur, senjata tajam yang dibawa pelaku sempat menyenggol anak sulung korban yang berusia 10 tahun. Untung anak korban hanya mengalami luka ringan," kata Wahyudin salah seorang kerabat korban kepada Surya, Senin (26/3/2019).

Wahyudin menuturkan senjata tajam pelaku yang digunakan menganiaya korban dan menyenggol anak korban itu mengenai bagian pipi sebelah kiri. Ketika peristiwa terjadi, Ikhwan Sugiyanto (31) suami korban sedang tidak ada di rumah.

"Pelaku ditengarai masuk rumah korban dengan cara merusak pintu bagian belakang rumah, kemudian masuk dan langsung menyerang korban membabi buta dengan menggunakan senjata tajam,"jelas Wahyudin.

Menurut adik korban, Dewi Ernawati, kasus pembacokan itu merupakan kejadian kali kedua.

"Setahu saya, malam Minggu (Sabtu 23/3/2019) sudah mau kejadian. Tapi gagal, karena anak sulung korban bangun, dan pelaku kabur. Namun anak sulung korban mengenali ciri-ciri pelaku. Kalau yang ini, diduga pelakunya diduga tetangga sendiri," ungkap Dewi.

Keterangan yang dikumpulkan, kalau benar pelakunya seperti yang disebutkan anak sulung korban, antara pelaku dan korban ada hubungan gelap yang sudah lama terjalin.

"Kalau benar ciri ciri pelaku seperti yang disebutkan anak sulung korban, berarti kejadian pembacokan korban itu ada hubungan asmara. Karena antara korban dan pelaku sudah menjalin hubungan gelap itu sudah lama," tukas tetangga korban yang enggan namanya disebut.

Kapolsek Widodaren Resor Ngawi, AKP Juwahir, membenarkan kejadian pembacokan dilakukan pelaku saat korban tidur bertiga bersama dua anaknya.

"Pelaku masuk langsung menyerang korban dan alatnya masih kami cari. Kami masih melakukan penyidikan di lapangan. Mudah-mudahan keterangan dari anak itu kasus ini bias lekas terungkap," tandas Juwahir.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved