Berita Ekonomi Bisnis

Produktivitas Tenaga Kerja Indonesia masih Punya Ruang Besar untuk Ditingkatkan

Data Bank Dunia tentang indeks Modal Insani 2018 menguatkan dugaan bahwa saatnya Indonesia fokus pada penguatan Sumber Daya Alam (SDM).

Produktivitas Tenaga Kerja Indonesia masih Punya Ruang Besar untuk Ditingkatkan
SURYAOnline/sugiharto
Prof Rhenald Kasali (dua dari kiri) saat tampil dalam seminar "Peluang dan Tantangan Ekonomi Indonesia" di Surabaya, Senin (25/3/2019). 

Namun, tak sedikit sekolah swasta yang kualitas dan inovasinya melebihi perguruan-perguruan negeri.

"Bahkan disiplin sekolah dan kemampuan beradaptasinya terhadap kebaharuan sudah lama diakui," tambah Rhenald.

Lulusan-lulusan sekolah swasta yang lolos di PTN rata-rata memiliki survival rate tinggi. Oleh karena itu stimulus negara untuk memperkuat sekolah-sekolah swasta perlu diberikan negara.

"Apalagi ke depan janji presiden adalah penguatan mutu SDM. Ada baiknya, dukungan beasiswa dari BUMN/swasta bisa menjadi pengurang pajak, seperti pembayaran zakat," lanjutnya.

Rhenald juga menunjukkan saat ini dunia pendidikan tengah bergulat menghadapi dunia baru yang berbeda dengan referensi akademis kemarin.

"Guru-guru terdiri dari manusia kemarin, sementara yang dibangun adalah manusia masa depan yang buku acuannya belum ada. Lalu birokrat dan ahli banyak yang masih merujuk pada referensi 20 tahun ke belakang, yang menjebak anak untuk berhadapan dengan kecerdasan buatan. Ini bisa membuat anak-anak menjadi robot yang frustrasi karena mereka akan kalah," ujarnya.

Menurut Rhenald, kalau anak-anak dipertarungkan dengan artificial intellegence, kita akan lupa menyambut the future of work, yaitu logic berpikir, kreativitas, spirit mencintai lingkungan dan sesama, daya juang, mental petarung, kemampuan bekerja dalam tim dan individual, serta kewirausahaan sosial.

Ia mengingatkan bahwa para inovator yang menciptakan perangkat-perangkat software dan smart devices tidak pernah belajar TI di bangku sekolah. Jadi bukan teknis yang harus dibangun, melainkan kemampuan membaca dan mengeksplorasi.

Ia memberi contoh inisiatif-inisiatif baru berupa partisipasi swasta yang menjawab kebutuhan. Salah satunya adalah The Green School di Bali. Sekolah yang dibangun dengan arsitektur dari bambu ini mempersiapkan anak-anak menjadi green leader.

Sekolah internasional ini membangun kebaruan dan kini banyak diminati siswa asing yang dibawa orangtuanya datang ke Bali.

Halaman
123
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved