Berita Surabaya

Rayakan Hari Down Syndrome dengan Olahraga Bocce, Seperti Ini Keseruannya

Bocce merupakan olahraga khusus penyandang tunagrahita yang diadaptasi dari kombinasi bilyard dan bowling.

Rayakan Hari Down Syndrome dengan Olahraga Bocce, Seperti Ini Keseruannya
surya.co.id/habibur rohman
Kompetisi Bocce di ruangan gedung BK3S Surabaya, Sabtu (23/3/2019). Bocce merupakan olahraga khusus penyandang tunagrahita yang diadaptasi dari kombinasi bilyard dan bowling, Sekaligus untuk melatih kemampuan mereka dalam konsentrasi dan koordinasi. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Puluhan anak down syndrome terlihat mengikuti kompetisi Bocce di lapangan kecil yang dibuat di dalam salah satu ruangan Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial ( BKKKS) Provinsi Jawa Timur, Sabtu (23/3/2019).

Mereka bermain Bocce dengan melemparkan bola yang mereka bawa ke arah bola lain di lapangan.

Bocce merupakan olahraga khusus penyandang tunagrahita yang diadaptasi dari kombinasi bilyard dan bowling.

Kompetisi Bocce yang dilakukan anak-anak down syndrome ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Down Syndrome sedunia yang diadakan BKKKS Jatim.

Budi Hariono, pelatih Bocce Special Olympics Indonesia Association mengungkapkan permainan Bocce sangat mudah dimainkan.

Bagi anak down syndrome untuk bisa menguasai permainan ini hanya perlu latihan.

"Anak-anak tadi ada yang belum fokus, asal ngelempar ini harus dilatih berkali-kali," urainya ketika ditemui di sela permainan Bocce.

Bocce ini ,lanjutnya merupakan wadah untuk mengenalkan olahraga pada anak down syndrome.

Sekaligus untuk melatih kemampuan mereka dalam konsentrasi, koordinasi.

"Mulai dari melatih fokus dalam bergerak dan mengambil bola ini bisa sebagai terapi anak-anak down syndrom untuk latihan motorik," jelasnya.

Menurutnya, meskipun memiliki keterbatasan tetapi dengan melatih anak down syndrome menurutnya tisak ada kesulitan berarti.

Pasalnya setiap anak down syndrome biasanya menyukai olahraga ini.

"Bocce sudah menjadi ikon bagi anak-anak untuk kompetisi mulai dari tingkat kota hingga nasional dan internasional, khususnya bagi anak down syndrome,"urainya.

Farida Marta Rina, penyelenggara peringatan Hari Down Syndrome sedunia 2019 BKKKS Jatim mengungkapkan perayaan tahun ini mengambil tema Down Syndrome Hebat.

Sehingga perayaan yang dikemas dalam tiga hari disajikan dengan berbagai kegiatan khusus anak down syndrom dan mengapresiasi para down syndrome se-Jatim.

"Acara ini kami mulai tanggal 23, 25 dan 28 Maret. Mulai lomba hingga seminar dengan didukung berbagai pihak," paparnya.

Dalam permainan Bocce juga dilakukan Bocce Unified Game, yaitu permainan bersama antara atlet atlet basball dan anak down syndrome.

Sehingga atlet yang reguler juga bisa mengetahui olah raga anak berkebutuhan khusus dan bermain bersama.

"Pada dasarnya Bocce ini melatih konsentrasi anak tuna grahita, melatih kesabaran, memupuk jiwa sportifitas dan membuat gembira," ujarnya.

Ia pun berharap dengan tema Down Syndrome Hebat dapat menunjukkan pada dunia bahwa anak berkebutuhan khusus ini bisa berkarya dan berharap semua pihak bisa memberikan kesempatan pada mereka dalam beraktivitas sosial bahkan bekerja.

"Rangkaiannya akan kami lanjutkan tanggal 25 Maret di Shangrilla Hotel. Dengan beragam kegiatan yang melatih softskill anak down syndrom hingga malam pentas seni dan apresiasi,"urainya.

Selain itu juga digelar pemeriksan kesehatan dan lomba balita serta batita sehat untuk anak-anak down syndrome.

Terakhir pada 28 Maret akan diadakan seminar optimalisasi kesehatan anak down syndrome.

Dengan mendatangkan dokter tumbuh kembang anak, dokter anak dan motivator.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved