3 Siswi SMP di Ende Korban Pencabulan Kepala Sekolah, Orang Tua Ramai-ramai Datangi Sekolah

Seorang kepala sekolah menengah pertama di Ende, Nusa Tenggara Timur diduga mencabuli tiga siswi SMP. Kini kepala sekolah itu dipenjara.

3 Siswi SMP di Ende Korban Pencabulan Kepala Sekolah, Orang Tua Ramai-ramai Datangi Sekolah
Shutterstock/Mita Stock Images
Ilustrasi: 3 Siswi SMP di Ende Korban Pencabulan Kepala Sekolah, Orang Tua Ramai-ramai Datangi Sekolah 

SURYA.co.id | KUPANG - Seorang kepala sekolah menengah pertama di Ende, Nusa Tenggara Timur diduga mencabuli tiga siswinya. Kini kepala sekolah itu dipenjara.

Hal itu membuat para orang tua siswi SMP ramai-ramai mendatangi sekolah untuk minta pertanggungjawaban kepada kepala sekolah.

Kabar tersebut pun terdengar oleh anggota Polres Ende dan mendatangi sekolahan tersebut. Orang tua yang sudah berada di sekolahan tersebut pun langsung melaporkan kasus pencabulan itu kepada polisi. 

Tak lama kemudian, anggota Polres Ende menangkap kepala SMP itu.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Jules Abraham Abast mengatakan, kepala sekolah yang ditangkap tersebut berinisial BS (58).

Manfaat Ikan Cupang Berantas Wabah Demam Berdarah di Kediri, Pembudidaya Ikan Banjir Pesanan

Doktor Universitas Negeri Makassar Bunuh Wanita Modis Rekan Kerja, Diduga Bermotif Selingkuh

Khofifah Siap Blak-blakan kepada KPK, terkait Tudingan Rommy : Tidak Masuk Akal

"Tiga siswi SMP yang dicabuli itu berinisial NA (16), PY (16), dan GS (15)," ungkap Jules kepada Kompas.com (jaringan SURYA.co.id) di Kupang, Sabtu (23/3/2019).

Kasus itu, lanjut Jules, bermula ketika orang tua para korban menerima laporan bahwa BS telah mencabuli anak mereka pada 13 Maret 2019 pekan lalu.

Orang tua para korban kemudian mendatangi sekolah pada 21 Maret 2019 untuk bertemu dengan BS dan menanyakan laporan itu.

Saat itu, jam pulang sekolah dan banyak orang tua yang menjemput anak mereka.

Para orang tua kemudian mengetahui adanya kasus itu sehingga situasi sekolah menjadi ramai.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved