Breaking News:

Pemilu 2019

Kapolres Bangkalan Pilih Rahasiakan Wilayah Rawan saat Pemilu 2019, Ini Alasannya

Polres Bangkalan mengerahkan sekitar 80 persen kekuatan personelnya untuk ditempatkan khusus di TPS-TPS.

surya.co.id/ahmad faisol
Kapolres Bangkalan AKBP Boby Paludin Tambunan bersama Dandim 0829 Letkol Amr Dodot Sugeng Hariadi, Danlanal Batuporon Letkol Laut (P) Teguh Wibowo, dan Asisten Pemerintahan Ismet Efendi 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Dalam beberapa momen pelaksanaan pemilu, Kabupaten Bangkalan selalu menjadi atensi pihak aparat keamanan TNI/Polri.

Termasuk dalam pelaksanaan Pemilihan Presiden, Pemilihan DPR, dan Pemilihan DPD pada 17 April 2019.

Kondisi itu memaksa Polres Bangkalan mengerahkan sekitar 80 persen kekuatan personelnya untuk ditempatkan khusus di TPS-TPS.

"Di TPS yang ada kami terjunkan sebanyak 497 personel. Ditambah back up dua kompi TNI dan Linmas," ungkap Kapolres Bangkalan AKBP Boby Paludin Tambunan usai Apel Gelar Pasukan Menghadapi Kampanye Terbuka dan Pemungutan Suara di Mapolres, Jumat (22/3/2019).

Bahkan dalam opsi pengamanan, Boby hanya menerapkan dua pola pengamanan sebagai langkah antisipasi.

Yakni pola pengamanan titik sangat rawan dan titik rawan saat tahapan pemungutan suara ataupun dalam gelar kampanye terbuka yang dimulai pada 24 Maret 2019.

"Sesuai perintah Pimpinan TNI/Polri, kami tidak akan segan bertindak tegas kepada pelaku teror, penghambat, dan pelaku yang menakut-nakuti masyarakat datang ke TPS," tegasnya.

Boby menjelaskan, hasil pemetaan indeks potensi kerawanan ditetapkan beberapa wilayah yang dianggap Polres Bangkalan mempunyai tingkat kerawanan dibanding daerah lain

Kendati demikian, ia enggan menjabarkan wilayah-wilayah mana saja yang berstatus rawan dan sangat rawan.

Itu dimaksudkan agar tidak menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat.

"Biarkan menjadi data dan acuan kami. Pastinya, kami akan bertindak tegas seperti yang telah diarahkan pimpinan," terangnya didampingi Dandim 0829 Letkol Amr Dodot Sugeng Hariadi, Danlanal Batuporon Letkol Laut (P) Teguh Wibowo, dan Asisten Pemerintahan Ismet Efendi.

Karena itu, lanjutnya, apel gelar pasukan dilaksanakan untuk menggambarkan kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam pengamanan tahapan kampanye terbuka.

"Kondisi aman dan tenang adalah prioritas kami. Sehingga masyarakat bisa merasa nyaman datang ke TPS," pungkasnya.

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved