Berita Jombang

Tak Pernah Konsumsi Alkohol dan Narkoba, Tes Urine Pegawai Lapas Jombang Positif, Ini Sebabnya

Petugas menemukan hasil pengecekan urine milik seorang pegawai Lapas yang dinyatakan positif, alias mengandung unsur narkoba.

Tak Pernah Konsumsi Alkohol dan Narkoba, Tes Urine Pegawai Lapas Jombang Positif, Ini Sebabnya
surya.co.id/sutono
Suasana saat sosialisasi pencegahan narkoba dan MoU menciptakan lapas zero narkoba dan ponsel di Lapas Jombang. 

SURYA.co.id, JOMBANG- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto dan Polres Jombang, Jawa Timur, menggelar tes urine kepada sejumlah warga binaan (tahanan dan narapidana) serta pegawai Lembaga dan Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Jombang.

Tes ini dilakukan untuk mengantisipasi peredaran gelap narkotika di kalangan pegawai maupun warga binaan di Lapas setempat.

Kegiatan ini rangkaian dari Memorandum of Undertanding (MoU) antara Lapas Jombang, BNN Kota Mojokerto dan Polres Jombang, dalam deklarasi dan komitmen bersama menciptakan Lapas zero narkotika dan ponsel, di Lapas Jombang, Kamis (21/03/19).

Hasilnya cukup mengejutkan, sebab petugas menemukan hasil pengecekan urine milik seorang pegawai Lapas yang dinyatakan positif, alias mengandung unsur narkoba.

Bukan karena mengonsumsi narkotika, namun ternyata karena yang bersangkutan sedang melakukan terapi dengan mengonsumsi suplemen peninggi badan.

Suplemen tersebut mengandung produk pecahan etanol di dalamnya.

"Kalau yang positif tidak ada, semuanya negatif. Cuma positif EtG satu, bukan karena mengonsumsi etanol atau alkohol tapi yang bersangkutan sedang terapi pakai suplemen tinggi badan. Dan sudah dibuktikan memang benar," ujar Kepala BNN Kota Mojokerto AKBP Suharsi, usai MoU.

Dijelaskannya, ada dua jenis tes yang dilakukannya. Selain tes urine, juga tes EtG (Etil Glukuronida).

Tes EtG ini mampu mendeteksi penggunaan etanol maupun alkohol dalam jangka waktu cukup lama.

Terpisah, Kepala Lapas Jombang, Wachid Wibowo menjelaskan, MoU ini langkah awal guna menciptakan Lapas benar-benar bersih dari narkoba maupun telepon genggam.

Selain tes urine dan pemeriksaan ruang sel secara intensif, sambungnya, ada tiga komponen yang harus dilibatkan agar harapan tersebut bisa berhasil.

"Yakni petugas, mulai dari atas hingga bawah, warga binaan sendiri dan komponen masyarakat serta penegak hukum," pungkasnya.

Penulis: Sutono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved