Berita Sidoarjo

Razia Kos Dapati Cewek-cewek Positif Amphetamine dan WNA di Sidoarjo

Razia Kos Dapati Cewek-cewek Positif Amphetamine dan WNA di Sidoarjo. Razia dilakukan tim gabungan Satpol PP, BNNK dan Garnisun

Razia Kos Dapati Cewek-cewek Positif Amphetamine dan WNA di Sidoarjo
Surabaya.Tribunnews.com/M Taufik
Sejumlah cewek yang diamankan petugas dalam razia gabungan di Sidoarjo, Kamis (21/3/2019). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Satu persatu penghuni rumah kos di Desa Sepande, Kecamatan Candi, Sidoarjo diminta keluar dari kamar mereka oleh petugas, Kamis (21/3/2019).

Bergiliran, para penghuni tempat kos itu didata identitasnya dan diwajibkan ikut tes urine dalam razia gabungan yang digelar petugas Satpol PP, BNNK, dan Garnisun tersebut.

Sambil terus berusaha menutupi wajahnya, satu persatu cewek-cewek penghuni kos didata oleh petugas. Kemudian, mereka juga wajib menjalani tes urine untuk diketahui apakah mengonsumsi narkoba atau tidak.

Dari tempat kos tersebut, seorang cewek diketahui positif amphetamine ketika menjalani tes urine. Dia adalah Elinda, perempuan asal Mojokerto.

Pria Ngaku Polisi Kelabui Gadis 20 Tahun di Tuban, Berakhir saat Foto Syur Si Cewek Tersebar

Rumah Tangga Evi Masamba Retak, Hapus Foto Suami dan Curhat: Cukup Aku Saja yang Menderita

VIDEO Kronologi 50 Karyawati Tanpa Busana Perusahaan Kecantikan, Fotonya Tersebar di Whatsapp & FB

Pemicu Gading Marten Mantan Gisel Menangis Nyanyikan Pergilah Kasih, Penonton Mendadak Heboh

Dari lokasi yang sama, petugas juga menemukan dua warga negara asing (WNA). Yakni Ali Hayati dan Yasin Mohebbi, dua pria asal Afganistan.

Dari Sepande, petugas gabungan kemudian bergeser ke tempat kos di Desa Banjarvendo, Kecamatan Kota, Sidoarjo. Di sana, semua penghuni kos juga didata dan dites urine.

Dari tempat ini, ditemukan dua penghuni kos juga positif amphetamine dalam tes urine-nya. Mereka adalah Rizal asal Surabaya dan Farida asal Malang.

Selain itu, dalam razia di tempat kos ini juga ditemukan pasangan yang tinggal sekamar tanpa surat nikah. Saat ditanya petugas, mereka mengaku sudah menikah secara siri.

"Surat nikah yang sah kan dikeluarkan KUA, jadi ini masuk kategori pelanggaran norma. Sehingga kita lakukan pendataan dan pembinaan dengan melibatkan pihak desa dan sebagainya," kata Kasi Operasional Satpol PP Sidoarjo Willy Raditio di sela razia.

Sementara terkait temuan WNA, langsung dikordinasikan dengan pihak Imigrasi. Mereka memiliki kartu UNHCR atau izin tinggal, tapi tetap harus dicek di Imigrasi.

"Razia gabungan ini memang multi sasaran. Termasuk sajam, senpi, miras, yustisi dan sebagainya. Tujuannya untuk mengantisipasi hal-hal yang berpotensi menganggu Kamtibmas menjelang Pemilu 2019," urai Willy.

Khusus untuk penghuni kos yang urinnya positif, ditangani langsung oleh BNNK Sidoarjo. Mereka dibawa ke kantor BNN untuk menjalani oemeriksaan lebih lanjut. Ada tiga orang, dua cewek dan satu pria.

"Intinya di-assesment. Apakah benar mengonsumsi narkoba, atau habis mengonsumsi obat-obatan lain. Jika terkait obat, yang bersangkutan harus bisa menunjukkan obat apa yang telah dipakainya," ujar kepala BNNK Sidoarjo AKBP Tony Sugiyanto.

Dijelaskan juga, jika mereka pengguna narkoba, bakal direhabilitasi sesuai kondisinya. Sekedar pakai, tentu prosesnya lebih ringan. Tapi jika ternyata pecandu berat, bakal dikirim ke pusat rehabilitasi narkoba.

Demi Sejahterakan Warga, Hayono Isman Rela Turun Tangan Bantu Kembangkan UMKM

4 Temuan Terkait Foto Tanpa Busana 50 Karyawati Perusahaan Kecantikan yang Viral di Whatsapp & FB

UPDATE Whatsapp Terbaru - Begini Cara Mengubah Suara Menjadi Teks Via WA, Tak Perlu Mengetik Pesan

Ahok BTP Tolak Namanya Dipakai Usaha Keluarga, Adik Bungsu: Ngapain Ikut-Ikutan ala ala Alay Korea

Penulis: M Taufik
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved