Skandal Pengaturan Skor

IPW Mendesak Satgas Antimafia Bola Segera Menahan Joko Driyono

Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane mendesak Satgas Antimafia Bola segera menahan Joko Driyono. Dia meminta Satgas tak 'masuk angin'

IPW Mendesak Satgas Antimafia Bola Segera Menahan Joko Driyono
Bola Sport/Suci Rahayu
Joko Driyono 

SURYA.co.id | JAKARTA - Muncul desakan dari Indonesia Police Watch (IPW) agar Satgas Antimafia Bola bentukan Polri segera menahan Joko Driyono, Plt Ketua Umum PSSI yang jadi tersangka perusakan barang bukti skandal pengaturan skor.

Desakan ini disampaikan ketua presidium IPW, Neta S Pane.

"Tahan Jokdri (Joko Driyono, red), jangan sampai Satgas masuk angin," kata Neta S Pane, seperti dikutip dari Bolasport.com, Kamis (21/3/2019).

Neta mengatakan, tindakan Joko Driyono yang menyuruh orang lain merusak atau menghilangkan barang bukti seharusnya sudah membuatnya bisa ditahan sejak awal.

“Alasan polisi tidak menahan Jokdri karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun, itu tidak bijak. Jika melihat latar belakang kasusnya, yang bersangkutan harus ditahan,” tegasnya.

Jokdri ditetapkan sebagai tersangka sejak 15 Februari 2019, maka kata Neta, sungguh ironis bila hingga kini belum ditahan, apalagi tiga tersangka yang disuruh Jokdri merusak barang bukti sudah ditahan.

“Ini bisa mencoreng nama Satgas, bahkan bisa berkembang menjadi spekulasi liar bahwa Satgas ‘masuk angin’,” cetusnya.

Penyidik, diakui Neta, memang memiliki alasan obyektif dan subyektif untuk menahan atau tidak menahan seorang tersangka. Alasan obyektif itu ialah ancaman hukumannya kurang dari lima tahun, sebagaimana tertera dalam Pasal 21 ayat (4) Undang-Undang (UU) No 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Adapun alasan subyektifnya adalah tersangka bisa melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau mengulangi perbuatannya, sebagaimana tertera dalam Pasal 21 ayat (1) KUHAP.

“Mestinya penyidik memilih menggunakan alasan subyektif karena lebih dominan,” saran Neta sambil merujuk tersangka lain yang sudah ditahan seperti Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah Johar Lin Eng yang juga anggota Komite Eksekutif PSSI, dan anggota Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih. Satgas telah menetapkan 16 orang sebagai tersangka.

Halaman
12
Editor: Eben Haezer Panca
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved