Pileg 2019

Alasan Gerindra dan Badan Pemenangan Prabowo - Sandi Jatim Tolak Hasil Rekap Pemilih Tambahan 

Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi di Jawa Timur menolak hasil rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb) oleh KPU Jatim.

Alasan Gerindra dan Badan Pemenangan Prabowo - Sandi Jatim Tolak Hasil Rekap Pemilih Tambahan 
SURYAOnline/bobby constantine koloway
Ketua Bidang Penggalangan dan Relawan BPP Jatim Hendro Tri Subiantoro (kiri) bersalaman dengan Ketua KPU Jatim Choirul Anam di Surabaya, Kamis (21/3/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi di Jawa Timur menolak hasil rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, Kamis (21/3/2019). BPP Jatim sedang melengkapi bukti dugaan adanya DPT Ganda dalam penetapan DPT kali ini.

"Kami mencurigai adanya ketidakwajaran identitas para pemilih. Sehingga, kami mohon maaf, atas nama Partai Gerindra dan BPP Prabowo-Sandi di Jatim tidak bisa menyetujui penetapan kali ini," kata Ketua Bidang Penggalangan dan Relawan BPP Jatim, Hendro Tri Subiantoro di acara Rapat Pleno Terbuka KPU Jatim, Kamis (21/3/2019).

Ia menjelaskan hal tersebut di hadapan peserta pertemuan yang terdiri dari jajaran Komisioner KPU se-Jatim. Juga, peserta pemilu yang terdiri dari partai politik, tim pemenangan Calon Presiden dan Wakil Presiden serta Caleg dari jalur perorangan atau DPD.

"Kami terpaksa mengatakan hal ini meskipun kami tahu bahwa hal itu tak akan mengubah hasil keputusan pertemuan hari ini," kata Wakil Ketua DPD Gerindra Jatim ini.

Pihaknya menyebut beberapa indikasi adanya ketidakwajaran identitas para pemilih tersebut. Di antara, soal potensi data ganda.

Pihaknya mencotohkan telah menemukan kasus di Bangkalan, tepatnya Desa Genteng, Kecamatan Konang. Di salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) terdapat 228 pemilih yang tanggal lahirnya cukup identik, yakni, terdiri dari 1 Januari, 1 Juli, dan 31 Desember.

"Kami tahu bahwa tiap TPS, hanya ada 300 pemilih. Sedangkan, kami menemukan 228 pemilih berpotensi ganda. Padahal, ini sekadar sample atau contoh dilapangan saja, belum dari tempat lain," kata Hendro yang juga Caleg Gerindra untuk DPRD Jatim ini.

Ia menyebut, bahwa apabila diakumulasikan se-Jatim maka potensi angka ganda tersebut bisa mencapai dua juta pemilih dari total sekitar 31 juta DPT di Jatim. "Sebenarnya, kami sudah memberikan keberatan di tingkat Kabupaten maupun Kota. Sehingga, terpaksa juga kami sampaikan di forum ini," kata Hendro yang juga caleg dari Dapil Surabaya ini.

Di sisi lain, Ketua KPU Jatim, Choirul Anam menjelaskan bahwa pihaknya menerima keberatan dari BPP Prabowo-Sandi. "Pada prinsipnya, kami terbuka. Namun, forum tetap bersepakat untuk menetapkan DPTb kedua ini," kata Anam.

Untuk diketahui, Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb) di Jatim kembali bertambah. Pada rapat pleno terbuka Penetapan DPTb kedua, Kamis (21/3/2019) terungkap jumlah DPTb yang masuk di Jatim mencapai 112.256 pemilih tambahan.

Berdasarkan penjelasan Ketua KPU Jatim, Choirul Anam sebanyak 99.873 pemilih mendaftar DPTb di daerah tujuan, sedangkan sisanya mendaftar di daerah asal. "Sehingga ketika angka tersebut diakumulasikan di daerah tujuan maka mencapai sekitar 112 ribu," kata Anam ketika ditemui di sela acara Rapat Rekapitulasi.

Sementara untuk DPTb yang keluar mencapai 85.243 pemilih. Dari angka itu, sebanyak 62.893 pemilih mendaftar di daerah tujuan sementara sisanya mendaftar di daerah asal.

Jumlah ini relatif lebih tinggi dari DPTb tahap pertama. Pada pada tahap pertama pindah pilih (hingga 17 Februari silam), jumlah DPT yang masuk di Jatim sekitar 61 ribu, sedangkan 18 ribu keluar Jatim.

Adapun daerah yang paling banyak menyumbang DPTb yang masuk adalah Kota Malang, Surabaya, Kota Kediri. Masing-masing mencapai 14.514 pemilih, 13.811 pemilih, dan 8.578 pemilih.

"DPTb yang masuk mayoritas di daerah yang menjadi basis pesantren dan perguruan tinggi. Selain itu, juga kota besar, termasuk Surabaya," kata Anam.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved