Sosok Polwan Berhijab Menyamar Jadi Pekerja Seks Layani Bos-Bos, Rela Berpakaian Seksi & Lepas Hijab

Menjadi Polwan Berhijab tak menghalangi untuk memberantas prostitusi, meskipun harus rela berdandan seksi dan melepas hibab. Itulah penyamarannya.

Sosok Polwan Berhijab Menyamar Jadi Pekerja Seks Layani Bos-Bos, Rela Berpakaian Seksi & Lepas Hijab
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
ILUSTRASI. Sosok Polwan Berhijab Menyamar jadi pekerja seks layani bos-bos, rela berpakaian seksi & lepas hijab. 

SURYA.co.id - Menjadi Polwan Berhijab tak menghalangi untuk memberantas perdagangan manusia, terutama di dunia prostitusi, meskipun harus rela melepas hibab dan berpakaian seksi.

Tantangan itulah yang dilakukan oleh Kapolsek Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rochana Sulistyaningrum. Awalnya, ia bergerak sendiri. Namun, di hari berikutnya, ia mengajak anak buahnya.

Ia berhasil membongkar jaringan prostitusi yang terjadi di Warung Kopi Kuro-Kuro di Dukuh Rames, Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa.

AKP Rochana menceritakan penyamarannya melakukan penyelidikan kehidupan malam dan perdagangan perempuan. Rochana awalnya terjun secara sendirian dalam gemerlap dunia malam tersebut.

Bidan YL Lapor Diperk*osa Saat Tidur, Begini Respon Polisi soal Sperma Pelaku Saat Kejadian

Sasaran pertama Rochana adalah lokasi di Warung Kopi Kuro-Kuro di Dukuh Rames, Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa. Kisah sang Kapolsek yang dilansir dari Kompas.com dan Tribunnews.com sebagai berikut.

Sepekan sebelum melakukan penggerebekan ke Warung Kopi Kuro-Kuro, ia bergerak sendiri menelusuri bisnis esek-esek terselubung itu.

Dengan mengendarai sepeda motor, Rochana yang berpakaian preman mulai bertanya-tanya kepada warga sekitar. Ia tak canggung mulai bercengkerama dengan orang yang ada di dalam Warung Kopi Kuro-Kuro.

Bangunan yang dijadikan sebagai modus warung kopi tersebut bagian depannya digunakan untuk jualan kopi dan makanan.

Warga kerap hanya tahu itu warung kopi. Pemiliknya cukup rapi mengelabuhi warga karena hanya orang tertentu yang bisa menikmati bisnis esek-eseknya tersebut.

Sehari sebelum penyergapan, Polwan Berhijab itu kemudian memutuskan untuk menyaru supaya bisa bercengkerama dengan orang yang ada di dalam warung kopi Kuro-Kuro.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved