Berita Bangkalan Madura

Program BPWS terkait Pengembangan Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura (KKJSM) di Bangkalan

Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum menetapkan Kabupaten Bangkalan sebagai Wilayah Pengembangan Strategis (WPS)

Program BPWS terkait Pengembangan Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura (KKJSM) di Bangkalan
SURYAOnline/ahmad faisol
Plt Deputi Bidang Perencanaan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) Agus Wahyudi dalamĀ Musrenbang RKPD 2020 Bangkalan di Gedung Rato Ebu, Rabu (20/3/2019). 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menetapkan Kabupaten Bangkalan sebagai Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) 13 bersama Malang dan Surabaya.

Di Kabupaten Bangkalan, Kementerian PUPR tengah menyiapkan sejumlah rencana pengembangan dengan nilai potensi investasi mencapai Rp 53 triliun di atas lahan seluas 600 hektare di Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura (KKJSM) dan 600 hektare Kawasan Khusus Madura (KKM).

KKJSM meliputi kawasan industri dan pergudangan seluas 320 hektare, pariwisata seluas 21 hektare, Central Business District (CBD) seluas 52,6 hektare, dan pemukiman seluas 115,4 hektare, dan fasilitaa umum (rest area) seluas 67,7 hektare.

Sedangkan KKM meliputi kawasan industri dan pergudangan seluas 201 hektare, pergudangan seluas 161 hektare, perdagangan dan jasa seluas 78 hektare, dan kawasan permukiman seluas 159 hektare.

KKJSM dibangun sebagai pintu gerbang dan kawasan pusat pertumbuhan Pulau Madura. Sementara KKM sebagai kawasan industri dan pergudangan untuk mendukung pelabuhan peti kemas berskala internasional Tanjung Bulupandan di Kecamatan Klampis Kabupaten Bangkalan.

Plt Deputi Bidang Perencanaan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) Agus Wahyudi mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah berada dalam tahap koordinasi dengan sejumlah pihak terkait kebijakan pembangunan kawasan industri di KKM.

"Untuk urusan pelabuhan di KKM, kami tengah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan. Termasuk dengan Kementerian Perindustrian dan Kementrian BUMN," ungkap Agus usai menghadiri Musrenbang RKPD Bangkalan 2020 di Gedung Rato Ebu, Rabu (20/3/2019).

Untuk akses menuju Pelabuhan Tanjung Bulupandan, akan dibangun tol sepanjang sekitar 15,3 kilometer dari Tangkel (pintu masuk akses Suramadu).

Pelabuhan Tanjung Bulupandan diproyeksikan sebagai kota pelabuhan yang menjadi poros dan simpul pertumbuhan ekonomi. Pelabuhan ini nantinya menjadi akses arus ekspor-impor barang dan jasa.

Mengingat, Pelabuhan Tanjung Perak sudah crowded. Kapasitanya rata-rata hanya dapat melayani sekitar 30.000 kapal per tahun. Sedangkan pertumbuhan kapal periode 2011-2013 naik menjadi 40.000 per tahunnya.

Begitu juga dengan Teluk Lamong, Kabupaten Gresik. Pelabuhan yang diresmikan pada 2014 di atas lahan seluas 50 hektare itu hanya memiliki kedalaman 16 Mean Low Water Springs (mLWS) dan berkapasitaa 1 juta teus.

"Untuk pelabuhan peti kemas skala internasional, kedalamannya cukup," jelasnya.

Terpenting, lanjut Agus, pihaknya memastikan terlebih dulu kapan kawasan industri dan pabrik di KKM akan dibangun.

"Barulah setelah itu, kami masuk pada perencanaan pembangunan pelabuhan dan akses berupa jalan tol," pungkasnya.

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved