Berita Tulungagung

Pelimpahan Tahap Dua Pungli SMPN 2 Tulungagung Ditunda Karena Kasek Mendadak Sakit

Kepala SMPN 2 Tulungagung yang terjerat kasus pungli mendadak sakit menjelang pelimpahant ahap 2 dari penyidik polri ke penyidik Kejari Tulungagung.

Pelimpahan Tahap Dua Pungli SMPN 2 Tulungagung Ditunda Karena Kasek Mendadak Sakit
ist
Foto yang menunjukkan saat-saat Kepala SMPN 2 Tulungagung mendapat perawatan medis. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Penyidik Satreskrim Polres Tulungagung seharusnya melakukan pelimpahan tahap dua, kasus pungutan liat (pungli) yang menjerat Kepala SMPN 2 Tulungagung, Rabu (20/3/2019).

Namun agenda pelimpahan tahap 2 (penyerahan barang bukti dan tersangka) ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tulungagung itu batal dilakukan karena Eko Purnomo, kepala SMPN 2 Tulungagung mendadak sakit. 

Menurut Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Hendro Tri Wahyono, Eko mengirimkan surat keterangan sakit dari dokter.

"Dari penjelasan dokter, dia sakit vertigo dan sakit kencing manisnya kambuh," terang Hendro.

Hendro juga memerintahkan bawahannya untuk memeriksa langsung ke rumah sakit yang disebut Eko.

Terjadi di Jember, Ibu Rumah Tangga Gantung Diri Setelah Anaknya Kabur Meninggalkan Rumah

Unit Tipikor Polres Tulungagung Mulai Selidiki Otak Pungli PPDB 2017 di SMPN 2 Tulungagung

Dari foto yang dikirim, Eko tengah berbaring diranjang sempit berwarna biru.

Ia masih mengenakan kemeja batik dan celana hitam, lengkap dengan kacamatanya.

Sementara di tangan kirinya menancap selang infus.

"Kami akan tunda pelimpahan tahap dua sampai tersangka sehat. Tidak mungkin kami serahkan dalam keadaan sakit," sambung Hendro.

Hendro menambahkan, pihaknya tidak melukan penjagaan di rumah sakit tempat Eko dirawat.

Sebab menurutnya, selama ini Eko bersikap kooperatif.

Penetapan Eko Purnomo adalah rangkaian penanganan kasus pungli Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMPN 2 Tahun 2017.

Dalam perkara ini dua guru selaku panitia telah menjalani hukuman dan dipecat, setelah divonis pengadilan Tipikor Surabaya.

Pengadilan kemudian memerintahkan Kepolisian untuk mengusut pihak yang memerintahkan dua guru itu melakukan pungli.

Penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Tulungagung kemudian menetapkan Kepala SMPN 2 Tulungagung sebagai tersangka. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved