Potret

Roro Christiatirani Suwoto: Suka Berpetualang  

Memiliki kecintaan di dunia seni tari tak membuat Roro Christiatirani Suwoto (21) membatasi kegiatannya.

Roro Christiatirani Suwoto: Suka Berpetualang   
SURYAOnline/sulvi sofiana
Roro Christiatirani Suwoto 

SURYA.co.id | SURABAYA - Memiliki kecintaan di dunia seni tari tak membuat Roro Christiatirani Suwoto (21) membatasi kegiatannya.

Ia pun tak ragu untuk bergabung di unit kegiatan mahasiswa pecinta alam di kampusnya. Mahasiswa akuntansi Universitas Narotama ini mengaku senang bisa mengeksplor alam. Iapun tak ragu mengikuti pendakian.

"Suasananya memang berbeda, kalau tari kebnyakan di sanggar atau di ruangan. Sementara kegiatan pecinta alam bisa menikmati indahnya alam yang nggak pernah diliat di kota,"ungkap gadis kelahiran Blitar, 22 Juni 1997 ini.

Dengan mendaki gunung, Christin, sapaan akrabnya bisa merasa lebih bebas dan survive.

"Kalau sudah di alam suasananya udah beda, apalgi kalau naik gunung yang nglewatin hutan. Bisa nerjang panas nembung hawa dingin pas di malam hari, "ujar gadis yang sering ikut lomba menari sejak SMP ini .

Iapun harus menerima resiko harus terpapar sinar matahari hingga kulitnya berubah kecoklatan. Padahal ia harus menjaga penampilan sebagai penari.

Ia pun tak jarang harus siap sedia lotion dan tabir surya agar kulitnya tidak terlalu kecoklatan ataupun menghitam.

"Kalau sudah di alam kulit sampai bau matahari dan badan kayak kepiting rebus karena panas. Tetapi kalau aku sih kulitnya ya puji Tuhan gampang balik putih lagi," urainya.

Meskipun memiliki banyak hobi, Christin mengaku tak kesulitan membagi waktunya dengan kuliah.

Pasalnya kegiatan tari dan pecinta alam selalu dilakukan di hari yang berbeda. Ia juga tergolong gadis yang tidak bisa hanya berdiam diri saja di rumah.

"Jadi ya nggak susah kalau bagi waktunya, apalagi kegiatannya juga selalu selesai jam kuliah,"paparnya.

Iapun mendapat keuntungan dari seringnya latihan fisik saat menari. Sehingga tidak kesulitan menyesuaikan diri dengan latihan fisik pecinta alam.

"Latihan menari juga butuh fisik yang ekstra biar nggak gampang ngos-ngosan. Dulu kalau lama nggak latihan nari bisa ngos-ngosan saat nari. Sama juga kalau pas kegiatan pecinta alam," pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved