Liputan Khusus

Pasca Banjir di Tol Ngawi-Kertosono, Tanggul Karung Pasir Solusi Jangka Pendek

Tanggul itu dipasang di pinggir sepanjang jalan yang sebelumnya tenggelam. Tinggi tanggul hampir 1 meter.

Pasca Banjir di Tol Ngawi-Kertosono, Tanggul Karung Pasir Solusi Jangka Pendek
surya.co.id/aflahul abidin
Tanggul dari karung pasir yang dipasang untuk menahan banjir di Jalan Tol Kertosono-Ngawi. 

Ia juga menyarankan agar peraturan tentang standar jalan tol khususnya untuk daerah banjir harus lebih ketat.

Kondisi serupa, kata Hita, juga pernah terjadi di Palangkaraya, Kalimantan.

Ada beberapa ruas di tengah jalur Palangkaraya-Banjarmasin menjadi genangan air, bahkan kebanjiran saat hujan lebat.

Di daerah yang menjadi langganan banjir itu secara bertahap, setapak demi setapak dibuatkan jalan layang.

“Padahal lumayan panjangnya, sekitar 5 km,” ujarnya.

Contoh lainnya, kata Hita, ada di Tol Jakarta–Merak di mana ada beberapa bagian ruas yang kerap menjadi langganan banjir jika hujan.

Maka di kawasan itu dibuat tambahan gorong-gorong yang luas, serta beberapa jalan layang.

"Kalau tanggul di sisi jalan tol menggunakan kantor pasir sifatnya sementara,” tukasnya.

Secara teknis, untuk kasus di Jalan Tol Madiun tidak butuh anggaran banyak jika misalnya harus dibuat jalan layang. Terutama khusus daerah yang ada genangan air.

Ia menambahkan, untuk saat ini Tol Trans Jawa di area Kertosono-Madiun yang kemarin tergenang masih sepi dilewati kendaraan.

Sehingga kendaraan masih bisa dilakukan contra flow sambil menunggu banjir yang menggenangi tol sisi lainnya surut.

“ Namun kira-kira 10 tahun lagi jika kondisinya masih seperti ini, jelas sangat berpengaruh dalam perjalanan dan kenyamanan di jalan tol,” pungkasnya. (Aflahul Abidin/Wiwit Purwanto)

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved