Minggu, 19 April 2026

Berita Sidoarjo

Mayat Pria Tunanetra Ditemukan Mengapung di Sungai Desa Kepunten Sidoarjo

Seorang pria tunanetra ditemukan mengapung di sungai kecil yang berada Desa Kepunten, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, dalam keadaan tidak bernyawa

Penulis: M Taufik | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Warga dan petugas saat mengevakuasi korban di sungai kecil dekat rumahnya, Selasa (19/3/2019). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Seorang pria ditemukan mengapung di sungai kecil yang berada Desa Kepunten, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, dalam keadaan tidak bernyawa, Selasa (19/3/2019).

Diketahui, pria malang itu adalah Sunanjar (52), warga desa setempat. Korban adalah pria tunanetra yang sudah sejak malam hari sebelumnya tidak pulang.

Menurut beberapa warga, korban terkahir keluar dari rumah pada Minggu (17/3/2019) dikira pukul 18.00 WIB.

Keluarga tidak curiga karena sudah biasa dia keluar sendiri. Biasa ke masjid atau ke beberapa tempat lain yang sudah dihafalnya.

"Tapi karena sampai pagi tidak kunjung pulang, akhirnya korban dicari oleh keluarganya. Beberapa warga juga ikut berusaha mencarinya, tapi tidak kunjung ketemu," kata Suyit, warga setempat.

Aspirasi Millenial Jadi Materi Musrenbang di Sidoarjo

Sampai pada Selasa siang, sekira pukul 12.30 WIB, beberapa warga yang sedang mencari ikan di sungai melihat ada sesosok mayat mengapung dalam kondisi tertelungkup.

Setelah dicek, jenazah yang mengapung itu adalah Sunanjar. Lokasi penemuan ini berada di belakang rumah korban, sungai itu berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya.

Temuan itu lantas dilaporkan ke pernahkah desa dan ke pihak kepolisian.

"Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Porong untuk menjalani visum," kata Kapolsek Tulangan, AKP Gatot Setyo Budi.

Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan pihak rumah sakit dan petugas kepolisian, tidak ditemukan tanda bekas kekerasan pada tubuh korban.

"Namun tubuh korban sudah mengalami pembusukan. Mungkin karena sudah cukup lama berada di dalam air," lanjut dia.

Artinya, peristiwa kematian korban ini diduga kuat karena kecelakaan atau korban tercebur di sungai. Tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan dalam peristiwa itu.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved