Berita Blitar

Gelar Pengawasan, Petugas Imigrasi Dapati WNA Asal Swiss Belajar Soal Kopi di Blitar

Petugas Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II Blitar menggelar pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) yang tinggal di wilayah Kota/Kabupaten Blitar.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: irwan sy
surya/samsul hadi
Petugas Kanim Kelas II Blitar sedang mengecek dokumen milik WNA asal Swiss yang sedang belajar soal kopi di Perkebunan Kopi Karanganyar, Kabupaten Blitar, Selasa (19/3/2019). 

SURYA.co.id | BLITAR - Petugas Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II Blitar menggelar pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) yang tinggal di wilayah Kota/Kabupaten Blitar, Selasa (19/3/2019). Petugas mendatangi dua lokasi yang sering dijadikan tempat tinggal oleh WNA.

Kedua lokasi yang didatangi petugas Imigrasi, yaitu, Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Imam di Kecamatan Sananwetan Kota Blitar dan kafe di Perkebunan Kopi Karanganyar, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Petugas hanya mendapati satu WNA asal Swiss yang sedang belajar cara pengolahan kopi di Perkebunan Kopi Karanganyar.

"Setelah kami periksa, dokumen-dokumennya resmi, sudah sesuai dengan izin tinggalnya," kata Kasi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kanim Kelas II Blitar, Denny Irawan.

Sedangkan di Ponpes Nurul Imam, petugas tidak mendapati warga negara asing.

Sesuai keterangan pengasuh Ponpes, para WNA yang belajar di Ponpes itu sudah wisuda pada 2017 dan mereka sudah kembali ke negara asalnya di Malaysia.

"Ponpes itu memang sering kedatangan WNA untuk belajar agama. Kebanyakan WNA dari Malaysia. Sekarang para WNA yang belajar di Ponpes itu sudah lulus dan kembali ke negaranya," ujar Denny.

Denny mengatakan pengawasan WNA itu merupakan kegiatan rutin.

Biasanya, dalam kegiatan pengawasan itu, petugas mendatangi tempat-tempat yang sering didatangi WNA, seperti Perkebunan Kopi Karanganyar dan Ponpes Nurul Imam merupakan tempat yang sering didatangi WNA.

"Perkebunan Kopi Karanganyar juga menjadi jujukan WNA untuk belajar pengolahan kopi. Tiap tahun selalu ada WNA yang datang di tempat itu. Tapi, pengelola juga selalu melapor ke kami," katanya.

Dikatakannya, hingga Maret 2019 ini, Kanim Kelas II Blitar baru mendeportasi satu keluarga asal Bangladesh.

Satu keluarga yang terdiri atas suami, istri, dan satu anak itu melanggar izin tinggal. Izin tinggal yang digunakan sudah melebihi batas (over stay).

Satu keluarga itu awalnya warga negara Indonesia (WNI). Karena lama kerja di Bangladesh akhirnya mereka pindah kewarganegaraan Bangladesh.

Mereka pulang ke Blitar untuk menjenguk orangtuanya.

"Sudah kami deportasi Januari 2019. Mereka kami temukan tinggal di rumah orangtuanya di Selopuro, Kabupaten Blitar," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved