Sembilan Ormas Tak Keberatan Bila Diskusi Rocky Gerung di Tuban Digelar Setelah Pilpres

Diskusi Rocky Gerung di Tuban terancam batal karena menuai keberatan dari 9 ormas. Ormas-ormas itu tak keberatan bila Rocky datang setelah Pilpres.

Sembilan Ormas Tak Keberatan Bila Diskusi Rocky Gerung  di Tuban Digelar Setelah Pilpres
ist
Sembilan Ormas penolak Rocky Gerung berdiskusi dengan penyelenggara, dimediasi oleh petugas kepolisian, di salah satu resto, Senin (18/3/2018) siang 

SURYA.co.id | TUBAN - Diskusi Rocky Gerung di Tuban terancam batal karena menuai keberatan dari 9 ormas. 

Rencananya, diskusi itu digelar di Ponpes Yanbu'ul Ulum, Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, Selasa (19/3/2019).

Sembilan ormas yang keberatan itu adalah KNPI, Karang Taruna, Ansor, Sapma, PMII, Sarbumusi (organisasi buruh), keluarga besar putra putri polri (KPPP), perwakilan masyarakat, dan perwakilan pendidikan. 

Namun, Ormas yang menolak ternyata membolehkan pembicara kontroversial itu dengan tenggat waktu yang ditentukan.

Ketua keluarga besar putra putri polri (KPPP) Tuban, Ardian Zaenal Abidin mengatakan, penolakan terhadap Rocky Gerung bukan tanpa sebab.

Track record Rocky sering melontarkan kata-kata atau kalimat yang dinilai tidak pantas diucap.

Orasi ilmiah Rocky Gerung dengan tema diskusi membangun akal sehat sangat melukai masyarakat.

"Kita meminta panitia datangkan Rocky Gerung setelah Pilpres, demi terciptanya kondusivitas, kita dukung," Ujar Adrian kepada wartawan seusai mediasi dengan penyelenggara kegiatan di salah satu resto, Senin (18/3/2019), siang. 

Ditolak 9 Ormas, Diskusi Rocky Gerung di Tuban Terancam Batal

Perwakilan dari masyarakat lainnya, Khoirul Huda juga menyatakan hal yang tak jauh beda. Demi kondusivitas dan masifnya penolakan dari sejumlah Ormas, maka mereka menyilakan Rocky Gerung datang seteleh Pilpres.

"Agar suasana tetap kondusif silahkan datangkan setelah Pilpres, apalagi izin dari kepolisian juga belum keluar," Tambah pria yang juga sebagai pengurus PCNU Tuban tersebut.

Sementara itu, mediator penyelenggara acara diskusi membangun bangsa berakal sehat, Nur Rahman menyatakan, pihaknya tetap kooperatif dengan semua pihak.

Terkait adanya penolakan, dirinya menyerahkan ke pihak kepolisian dan ini merupakan hal yang wajar.

Apabila mendapat izin maka diskusi akan tetap dilaksanakan, jika tidak mendapat izin maka tidak dilakukan. 

"Kalau dapat izin kita lakukan, jika tidak kita tidak mau melanggar, kita batalkan acaranya," Ucap Nur Rahman menjawab potensi tidak terlaksananya acara.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved