Berita Surabaya

Pelajar Indonesia Bentuk Asosiasi Pelajar dan Alumni Nordik Baltik untuk Kawal SDGs

Pelajar Indonesia Bentuk Asosiasi Pelajar dan Alumni Nordik Baltik untuk Kawal SDGs

Pelajar Indonesia Bentuk Asosiasi Pelajar dan Alumni Nordik Baltik untuk Kawal SDGs
Istimewa
Duta besar RI untuk Denmark dan Lithuania beserta Rachmat Witoelar dan Erna Witoelar berfoto bersama mahasiswa Master dan Ph.d dari wilayah Nordik dan Baltik.  

Diakhir sambutannya, beliau berharap konferensi ini dapat menghasilkan rekomendasi yang dapat berkontribusi dalam pencapaian pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.

Pembicara NBSIC pada panel pertama menampilkan Rahmat Witoelar yang merupakan utusan khusus Presiden RI dibidang climate change, dalam presentasinya, beliau mengemukakan bahwa hal terpenting dalam meningkatkan kepedulian climate change adalah perubahan aksi dari pemerintah ke non-state actors, hal ini memungkinkan terbukanya kekuatan baru dari bawah untuk meningkatkan kepedulian terhadap climate change.

Aktivis muda Nick Fitzpatrick yang aktif dalam Youth Climate Lab (YCL) pada presentasinya menekankan dan mengajak bahwa kepedulian ini harus juga dimiliki oleh generasi muda dengan memulai dari diri sendiri hingga level internasional.

Pembicara lain yang juga diaspora Indonesia di Denmark memaparkan bahwa terdapat 3 aspek yang merupakan tantangan dalam produksi clean energy yaitu commercial aspect, regulation from government, and social aspect.

Tantangan tantangan ini tentunya tanpa solusi, Denmark sebagai negara produsen energi terbarukan mengkolaborasikan secara bersama antara industri, universitas dan pemerintah dan semua stakeholders sebagai solusi menghadapi tantangan ini.

Pada panel kedua, menghadirkan ibu Dr. Andi Erna Anastasjia Walinono, co-chair filantropi Indonesia dan mantan duta PBB untuk MDGs,  menyatakan bahwa penting untuk membangun kemitraan dalam keterpaduan dengan tata kelola yang partisipatif, transparan dan akuntabel.

Christian Lund, Head of Section Global Development, IFRO, University of Copenhagen dalam presentasinya menekankan pentingnya membangun research collaboration antara akademisi dengan praktisi SDGs, dengan demikian akan tercipta sinergitas yang akan mempercepat proses pencapaian tujuan tujuan pembangunan yang berkelanjutan.

NBSIC 2019 kali ini juga dimeriahkan dengan presentasi poster dan lomba fotografi yang diikuti oleh peserta dari PPI negara negara Nordic baltik, dimana ada 19 presenter poster dan 7 peserta lomba fotografi.

Poster yang dipresentasikan adalah hasil dari penelitian di bidang studi masing-masing, terkait dengan sutainable development goal. Masing-masing presenter menyajikan perkembangan SDG dari disiplin ilmu mereka, dan menghasilkan suatu dialog yang saling mencerahkan.

Penulis: Adrianus Adhi
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved