Liputan Khusus

Pasca Banjir di Ruas Tol Kertosono-Ngawi, PT JNK Siap Desain Ulang Saluran Air

Pascabanjir di ruas Tol Kertosono-Ngawi di Madiun, PT Jasamarga Ngawi Kertosono (JNK) selaku pengelola tol bakal menyiapkan solusi jangka panjang.

surya.co.id/ahmad zaimul haq
Jalan Tol Surabaya-Madiun di KM 603+800 - 604+200 jalur B sudah bisa dilalui mobil di dua sisi karena banjir sudah surut mulai Kamis (7/3/2019) sore. Foto diambil Jumat (8/3/2019). 

Akan tetapi, keputusan untuk desain ulang itu baru akan ditentukan dari hasil konsultan.

Pantauan SURYA.co.id, di jalan tol yang banjir, yakni di KM 603+600 sampai 604+000, hanya ada satu saluran air serupa gorong-gorong di bawah tol.

Itu pun diameter ukurannya hanya sekitar 1 meter.

Gorong-gorong ini biasanya digunakan untuk irigasi sawah warga.

Padahal, menurut Pakar Geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Indrasurya B Mochtar, jalan tol yang punya efek bendung idealnya mempunyai gorong-gorong selebar 15 persen dari panjang jalan.

Jadi, jika panjang jalan yang tergenang sekitar 400 meter, lebar total gorong-gorong yang ada minimal 60 meter.

Jalan tol di Madiun itu, menurut Indrasurya, termasuk mempunyai efek bendung.

Jika desain gorong-gorong yang diterapkan memenuhi standar, overtopping air di jalan tol bisa dihindari.

Harmadi, Kepala Dusun Mlaten, Desa Glonggong, mengatakan, total hanya ada lima saluran air bentuk gorong-gorong di jalan tol yang melintasi desa tersebut.

Masing-masing tiga di Dusun Mlaten dan dua di Dusun Glonggong.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved