Liputan Khusus

Cerita Warga Desa di Kabupaten Madiun saat Air Sungai Meluap, Lalu Rendam Jalan Tol

Air bah datang dari sisi utara sungai. Arus deras itu terbendung tanggul, sehingga tak bisa masuk ke sungai.

Cerita Warga Desa di Kabupaten Madiun saat Air Sungai Meluap, Lalu Rendam Jalan Tol
surya.co.id/istimewa
Banjir bandang yang melanda 12 kecamatan di Kabupaten Madiun, pekan lalu. Foto diambil dari helikopter. 

Suharti memiliki sebuah warung kopi. Lokasinya di tanggul sebelah Sungai Jeroan.

Saat air tinggi, awalnya ia masih merasa tenang.

“Awalnya saya pikir mana mungkin di sini ikut kebanjiran. Kan di tanggul. Tapi ternyata banjir juga,” kisahnya.

Di desa itu, tinggi air datang bertahap. Sore hari, air sudah mulai menggenang jalan.

Tapi, cerita Suharti, motor dan kendaraan lain masih dapat melintas.

Setelah magrib, air mulai masuk ke rumah-rumah warga. Tinggi air semakin ekstrem mulai pukul 22.00 WIB.

“Semua rumah tergenang, kecuali satu rumah. Rumah itu yang menjadi tempat mengungsi orang tua dan balita sedusun,” ujar Suharti.

Di waktu yang sama, warga Desa Sogo, Kecamatan Balerejo, lebih tenang.

Saat tetangga desanya sibuk mengungsi, mereka dapat beristirahat dengan tenang di rumah masing-masing.

Desa itu tak ikut tergenang air. Salah satu penyebabnya, air bah tak tertahan oleh jalan tol.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved