Festival Rujak Uleg Surabaya

Di Festival Rujak Uleg Surabaya 2019, Wali Kota Tri Rismaharini Kenang Duka Bom Gereja Setahun Lalu

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini ajak peserta Festival Rujak Uleg Surabaya 2019 untuk mengenang duka akibat insiden bom gereja tahun lalu.

Di Festival Rujak Uleg Surabaya 2019,  Wali Kota Tri Rismaharini Kenang Duka Bom Gereja Setahun Lalu
surabaya.tribunnews.com/delya octovie
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menerima penghargaan MURI dalam pelaksanaan Festival Rujak Uleg Surabaya 2019, Minggu (17/3/2019) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah absen tahun lalu, Festival Rujak Uleg Surabaya 2019 kini kembali dihadirkan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Tahun 2018 kemarin, festival yang digelar dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Surabaya itu dibatalkan beberapa jam sebelum dibuka, karena serangan bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya, Minggu (13/5/2018)

Seakan ingin membayar kepedihan tersebut, festival yang diadakan di Kembang Jepun, Minggu (17/3/2019) ini berhasil memecahkan dua rekor MURI sekaligus untuk cobek terbesar dan peserta terbanyak.

Risma pun menyinggung soal duka tersebut pada pidato pembukanya, setelah mengucap syukur atas berlangsungnya Festival Rujak Uleg dengan kondisi kota yang aman dan tentram.

"Bapak-ibu sekalian, tahun lalu kita tidak bisa merayakan ini, bahkan ulang tahun Surabaya diselimuti oleh duka karena kita mendapat cobaan dari Tuhan Yang Maha Kuasa," tuturnya.

Ada Cobek Berukuran 2,5 Meter dan Berat 1,5 Ton di Festival Rujak Uleg Surabaya 2019

Wali kota yang pagi itu mengenakan kebaya merah muda dan sepatu boots hitam, menyampaikan harapannya agar seluruh warga Surabaya bersaudara, tidak boleh saling bermusuhan, benci dan dendam, karena tidak ada agama yang mengajarkan perilaku-perilaku tersebut.

"Jadi karena itu seluruh warga kota Surabaya, ayo kita bergandengan tangan. Dengan kita gandengan tangan, kita bisa maju lebih cepat lagi. Tapi kalau kita memendam rasa benci, rasa iri, maka kita tidak akan pernah bisa maju. Karena itu, ayo kita bersama-sama lupakan perbedaan, mari kita tingkatkan persamaan. Kita buat persamaan sebagai kekuatan kita untuk bisa lebih maju lagi," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan Festival Rujak Uleg kali ini sukses memecahkan dua Rekor Muri sekaligus, yaitu cobek terbesar dan peserta terbanyak.

Cobek raksasa tersebut dibuat dari batu gunung dengan diameter 250 cm, berat 1,5 ton, tinggi cobek 30 cm, tinggi dudukan cobek 140 cm. Cobek ini dapat digunakan sebanyak 20-25 orang.

“Rekor cobek terbesar ini baru pertama yang didapatkan oleh Pemkot Surabaya,” kata Antiek.

Halaman
12
Penulis: Delya Octovie
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved