Pemilu 2019

Berikut Jadwal Debat KH Ma'ruf Amin vs Sandiaga Uno

Adapun tema debat ketiga dalam rangkaian pilpres kali ini adalah pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, sosial, dan budaya.

Tribunnews/Jeprima
Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno saling berpelukan dengan pasangan calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Maaruf Amin usai mengikuti acara Debat Pertama Capres dan Cawapres di Gedung Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin akan kembali berdebat dengan Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno.

Debat yang rencananya akan dilaksanakan di Hotel Sultan Jakarta ini mempertemukan mereka secara perorangan, tidak dengan pasangan mereka, Joko Widodo (Capres nomor urut 01) maupun Prabowo Subianto (Capres nomor urut 02).

Adapun tema debat ketiga dalam rangkaian pilpres kali ini adalah pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, sosial, dan budaya.

Rencananya, debat kali ini juga akan disiarkan secara langsung oleh Trans TV, Trans 7, RCTI, dan CNN Indonesia.

Pada debat kali ini, Komisi Pemilihan Umum RI telah menetapkan 9 panelis.

Sembilan nama tersebut berasal dari kalangan akademisi, LSM, hingga budayawan.

Seluruh panelis memiliki latar belakang yang berkaitan dengan tema debat.

Pertanyaan debat pun telah disusun pasca-panelis bertemu dengan sejumlah ahli yang terkait dengan tema debat ketiga, melalui Focus Group Discussion (FGD).

Pertanyaan debat yang nantinya telah disusun akan dirahasiakan oleh panelis.

Selain panelis dan moderator, tak ada pihak lain yang boleh mengetahui daftar pertanyaan debat, termasuk peserta pemilu, tim kampanye, atau KPU.

Hingga pertengahan pekan lalu, Koordinator tim panelis debat ketiga Pilpres 2019, Yos Yohan Utama mengungkapkan, proses finalisasi daftar pertanyaan saat ini sudah mencapai 80 persen.

Menurutnya, tim panelis kini sedang merampungkan sejumlah pertanyaan dengan pemilihan diksi yang tidak menimbulkan multi tafsir.

"Sudah sekitar 80 persen. Karena itu tadi, kita sedang mencari bahasa, kalimat, diksi yang single tafsir. Jangan sampai pertanyaan menimbulkan multi tafsir," ucap Yohan ketika ditemui di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, yang dikutip dari Kompas.

Dia juga menyebut tim panelis tidak menemui hambatan yang berarti untuk mendalami materi debat ketiga.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved