Berita Bangkalan Madura

Polisi Sebut Wilayah Bangkalan Madura masih Marak Peredaran Narkoba karena Alasan ini

Peredaran dan penyalahgunaan narkoba jenis sabu masih tergolong marak di Kabupaten Bangkalan. Dari Januari hingga pertengahan Maret 2019.

"Kami memproses pelaku agar menimbulkan efek jera kepada yang lain. Kendati begitu, masih saja kami temukan mereka ditangkap lagi," ujarnya.

Selain itu, Boby memerintahkan anggota termasuk di jajaran polsek untuk menerapkan sistem hunting. Sistem ini menekankan anggota menggelar razia di sejumlah titik rawan peredaran narkoba maupun aksi kriminal lainnya.

"Ada jam-jam tertentu yang telah kami kaji. Ternyata dari kegiatan hunting ini, kami mendapatkan beberapa orang membawa narkoba," paparnya.

Menurutnya, pemberantasan narkoba bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pihak kepolisian.

Melainkan membutuhkan peran TNI, pemkab, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga relawan-relawan anti narkoba yang terus memberikan sosialisasi tentang bahaya narkoba.

"Harus diberantas bersama karena peredaran narkoba mulai menjadi kebutuhan 'penyambung hidup' para pelaku," kata Boby.

Sejauh ini, pihaknya telah meningkatkan pengungkapan kasus dan penyelidikan melalui Satreskoba dan seluruh polsek.

Bahkan setiap tiga bulan sekali, Polres Bangkalan menggelar Rapat Analisan dan Evaluasi (Anev) untuk memantau kinerja anggotanya.

Setiap polsek ditarget mengungkap dua kasus per bulan. Sedangkan Satreskoba ditarget mengungkap lebih dari lima kasus per bulan.

"Dalam setiap Anev, kami memberi sanksi berupa bendera hitam bagi polsek yang tidak maksimal dalam pengungkapan kasus narkoba," tegasnya.

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved